Hasil Pemeriksaan Community SSR Aisyiah Lumajang

179 dari 980 Orang di Lumajang Positif TB

SAMBUTAN HANGAT: Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi kiprah Community TB Aisyiah dalam peran sertanya menekan angka TB di kabupaten setempat.

RADARJEMBER.ID – Penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi momok di dunia kesehatan. Karena, angka penderita penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini masih tergolong tinggi. Untuk itu, perlu keterlibatan semua pihak guna menekan perkembangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian tersebut.

Di Lumajang, upaya memerangi TB tak hanya dilakukan pemerintah saja. Tapi juga dijalankan oleh Community TB HIV Care SSR Aisyiah kabupaten setempat. Selama ini, organisasi yang berada di bawah Aisyiah tersebut terus konsisten membantu pemerintah menekan angka penyakit TB.

“Kami akan terus bekerja bersama membantu pemerintah,” papar Aini Mardiana, Ketua TB HIV Care SSR Aisyiah Lumajang. Pernyataan itu disampaikannya, saat bertemu dengan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, di ruang rapat kantor bupati, Senin (4/3).

Dia mengungkapkan, selama tahun 2018, TB HIV Care SSR Aisyiah Lumajang telah melakukan pemeriksaan terhadap 980 orang. Hasilnya, sebanyak 179 orang dinyatakan positif TB. Jumlah ini dinilai cukup besar, karena mencapai 18% lebih dari total orang yang diperiksa.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan beberapa organisasi masyarakat. Bahkan, juga berkoordinasi dengan instansi pemerintah untuk membantu mengatasi persoalan TB di Lumajang.

Rupanya peran kelompok masyarakat ini mendapat apresiasi Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. Dia menyampaikan terima kasih, karena TB HIV Care SSR Aisyiah dinilainya merespon cepat dalam menangani TB di Lumajang. “Kami tentu sangat berterima kasih. Sebab pemerintah akan lebih cepat jika ada pihak yang membantu,” ungkapnya.

Lebih jaih Wabup mengatakan, penanganan TB harus dilakukan secara cepat. Termasuk juga proses identifikasi untuk mengetahui dan memastikan kondisi pasien. Selain itu, upaya jemput bola dengan mencari penderita TB dinialainya dapat mengantisipasi penularan TB sehingga tak sampai meluas.

“Jika semakin dicari, ya semakin ditemukan. Ini akan jadi motivasi bagi pemerintah untuk menekan angka TB di Lumajang,” imbuhnya. Lebih lanjut Wabup meminta perwakilan dinas kesehatan, agar segera menyusun draf regulasi TB yang bekerjasama dengan SSR Aisyiah. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Humas Pemkab Lumajang for Radarjember.id

Editor : Mahrus Solih