Tak Ingin Atlet sebagai Penggembira

RADAR JEMBER.ID – Target agar peringkat Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 kali ini beranjak ke 10 besar, cukup memacu semangat para cabor. Meski banyak kendala menghadang, mereka tetap menggenjot persiapan agar tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain.

Panahan salah satunya. Pengkab Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember bertekad untuk tidak sembarangan mengirimkan atlet-atletnya. Gairah olahraga panahan di Jember selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang membuat stok atlet relatif melimpah.

“Kami ingin adakan seleksi yang benar-benar objektif. Meskipun ada atlet saya misalnya, kalau memang tidak bagus, ya tidak akan kita kirim. Saya tidak ingin memanipulasi skor,” ujar Kusuma Irianto, Ketua Perpani Jember.

Kepada seluruh jajarannya, Kusuma menekankan bahwa atlet yang dikirim akan membawa nama Jember, sehingga seleksi harus benar-benar matang. Rencananya, seleksi akan dilakukan antara bulan Maret atau April 2019. Panahan menjadi salah satu cabor yang tidak mengadakan Pra-Porprov, sehingga jeda waktu persiapan relatif lebih panjang.

“Seleksi kita adakan secara swadaya saja dulu, tidak menunggu dana bantuan turun. Setelah seleksi, baru kita lanjutkan dengan pemusatan latihan atau TC,” jelas Kusuma.

Bahkan, agar seleksi lebih ketat, Perpani berencana untuk mengadakan seleksi di tiap kecamatan atau penjuru wilayah Jember. Untuk itu, Perpani berencana untuk menggandeng pihak kecamatan dan dinas pendidikan. Selain klub, seleksi menyasar ke sekolah-sekolah yang telah memiliki ekstrakurikuler panahan.

“Seperti SMP Al-Furqon, SMP IT Al-Ghozali, SMAN Mumbulsari. SMAN 4 Jember juga ada, tapi kita belum tahu perkembangannya. Kita akan coba kerja sama dengan kecamatan atau diknas agar setiap kecamatan diupayakan untuk mengirimkan tiga atlet panahan,” jelas pria yang juga pernah melatih panahan di instansi militer tersebut.

Terkait bantuan dari KONI, Kusuma mengaku tidak terlalu banyak berharap. “Karena kami memang benar- benar penggiat olahraga, jadi tidak berpikir mengeluhkan KONI. Kami berpikir positif saja,” tutur Kusuma.

Meski demikian, jika KONI mau membantu Perpani dalam menyiapkan atlet-atlet mengikuti Porporv di cabang panahan, tentu Perpani akan menyambut hangat. “Seperti tempat latihan dan papan sasaran. Kami kan masih minim. Tetapi kami tidak mau banyak mengeluh. Tetap berjalan saja,” jelas Kusuma.

Selain bantuan, Kusuma juga berharap agar KONI Jember mau menerbitkan surat yang bisa menjadi dasar bagi Perpani untuk mengadakan seleksi ke sekolah-sekolah. “Jadi, kita ada dasar. Meskipun tanpa surat dari KONI, kita bisa tetap menjalankan seleksi atlet. Kalau ada surat dari KONI, kita bisa lebih terlihat guyub,” pungkas Kusuma.

Hal berbeda dilakukan oleh Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), induk cabor tenis lapangan. Pengkab Pelti Jember memiliki strategi khusus untuk memperkuat kesiapan atletnya berlaga di ajang provinsi. “Kita terus ikutkan kejuaraan. Jadi, itu sekalian TC berjalan,” tutur Soetriono, Ketua Pelti Jember.

Tenis lapangan selama ini menjadi salah satu cabor yang diandalkan oleh KONI Jember dalam Porprov 2019 mendatang. Selain memiliki banyak nomor yang dipertandingkan, Tenis Lapangan menjadi salah satu cabor yang banyak mengikuti kejuaraan setiap bulannya.

Berdasarkan regulasi yang sudah dikeluarkan dalam Porprov 2019, Pelti Jember sudah menyusun strategi dan proyeksi untuk mencapai target prestasi. Beban target akan diletakkan di kelompok atlet putri. “Untuk atlet putra, kita tidak terlalu ngoyo, karena sekeras apa pun kita berusaha, pesaing kita adalah atlet yang kelas internasional. Paling tidak, kita masuk semifinal aja,” ujar Soetriono.

Meski tetap mengirimkan atlet putra, harapan medali tetap disematkan ke atlet putri. Hal ini berdasarkan potensi atlet selama beberapa waktu terakhir. “Kami akan berangkatkan 4 atlet putra dan 4 atlet putri, baik beregu maupun perorangan,” tutur Soetriono.

Menurut Soetriono, kekuatan atlet putra akan berada di Kediri Kota dan Sampang. “Kediri itu mereka ambil atlet bagus dari Jogjakarta. Kalau Sampang ini 4 pemain putranya sudah berprestasi di kejuaraan internasional,” tutur pria yang juga menjabat sebagai pengurus bidang Binpres Pelti Jawa Timur ini.

Adapun untuk kelompok putri, Jember menargetkan minimal 1 medali emas. Empat petenis putri yang diandalkan antara lain Ussy dan Rifda di kategori tunggal dan beregu; serta Chofifah dan Trisna di kategori ganda. “Beregu bisa diambil dari tunggal. Sejauh ini, kita optimistis yang paling kuat di Jatim,” ungkap Soetriono.

Untuk mencapai target di putri, Jember akan menggunakan strategi dengan memaksimalkan perolehan poin sejak awal. “Sehingga diharapkan kita bisa seeded, jadi nanti dapat lawan yang non-unggulan,” jelas guru besar Fakultas Pertanian Unej ini.

Dari 10 medali yang dipertandingkan di tenis lapangan pada Porprov 2019, Pelti menargetkan minimal 1 medali. Yakni dari nomor putri. “Untuk putri, kita pesaingnya dari Kediri, Malang, dan Blitar,” pungkas Soetriono. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Hadi Sumarsono