Sering Laka, Dipasangi Rambu Hujatan

RAMBU MENYINDIR: Jalan rusak sepanjang Jalan jurusan Tempurejo-Jenggawah, tepatnya di Dusun Curahrejo, Desa Cangkring, Jenggawah ini dipasang rambu yang berisi hujatan kepada pemerintah.

RADAR JEMBER.ID – Jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Jenggawah dan Tempurejo yang bertahun-tahun rusak belum diperbaiki. Hal ini membuat warga sekitar mulai gerah. Apalagi, sudah banyak pengendara yang menjadi korban jatuh gara-gara menghindari jalan berlubang yang cukup parah. Agar tidak memakan korban lagi, maka terpaksa dipasang rambu-rambu.

Namun, rambu penanda jalan rusak ini bukan sekadar tanda. Banyak juga tulisan-tulisan yang berisi sindiran dan hujatan kepada pemerintah daerah yang tak kunjung melakukan perbaikan terhadap jalan ini. Bahkan, ada beberapa rambu yang terasa sangat kasar untuk disampaikan. Contohnya ‘Cintai Nyawa Kami BUPATI’, ‘Bertahun-tahun jalan ini rusak kau biarkan, Berpuluh puluh orang jatuh cedera’. ‘Ada yang meninggal kamu diam. Wahai penguasa, lubang ini membunuh kami, Bukalah mata hatimu’ dan sebagainya.

Itu sebagian unek-unek warga Desa Cangkring. Jalan yang rusak ini memang sudah terjadi selama bertahun-tahun mulai dari simpang empat Dusun Curahrejo hingga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Jenggawah. Bahkan, warga juga sering kali melakukan perbaikan sendiri dengan cara menutup dengan semen cor.

Ini dilakukan karena memang sudah parah dan membahayakan pengendara khususnya pengendara sepeda motor. “Seminggu lalu juga pernah pengendara sepeda motor kecelakaan setelah menghindari lubang,” ujar Halim, warga setempat. Korbannya yakni seorang staf Kantor Kecamatan Tempurejo saat menghindari lubang dan tertabrak pengendara sepeda motor dari arah belakang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Halim, 54, warga Dusun Cangkring Baru mengatakan, jalan rusak yang paling parah di sepanjang Desa Cangrking. Padahal, sudah banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan. “Untuk mengurangi angka kecelakaan dan meninggal dunia, warga terpaksa memasang rambu dengan hujatan kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Hal ini juga disampaikan Muchin, 45, warga Dusun Curahrejo, Desa Cangkring. Pasalnya, itu karena sudah banyak korban akibat jalan yang rusak ini. “Banyak pengendara sepeda motor yang jatuh akibat menghindari lubang atau jalan rusak,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, jalan sepanjang 3 kilometer ini sudah sering memakan korban jiwa. Yang lebih parah lagi kalau malam hari, jalan yang rusak tidak kelihatan. “Warga sini saja banyak yang kecelakaan gara-gara menghindari lubang. Apalagi, warga yang tidak pernah melintas di jalan ini,” ujar Muchin.

Warga pun berharap kepada dinas terkait yakni Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera melakukan perbaikan. Pasalnya, jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini tidak pernah dilakukan perbaikan. “Akses jalan ini juga sangat penting untuk masyarakat. Yang lewat jalan ini sangat ramai meskipun jalannya rusak,” pungkasnya.(*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Rangga Mahardhika