Pasien DBD di RSD Koesnadi Naik Tiga Kali

Enam Pasien Sempat Kritis

7
MEREKAP: Wadir RS dr Koesnadi  Bondowoso M Jasin saat merekap data pasien DBD di RS Dr Koesnadi Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Wakil Direktur RS dr Koesnadi Bondowoso dr M Jasin mengatakan, jumlah pasien DBD yang dirawat di RS Dr Koesnadi selama bulan Januari 2019 naik cukup signifikan. Bahkan, dibandingkan dengan jumlah pasien pada Desember 2018, naik hingga tiga kali lipat. Selain itu, ada 6 pasien yang datang dalam kondisi kritis di RS Dr Koesnadi. ”Namun kami bisa mengatasi kondisi para pasien tersebut,” ungkap dr Jasin kepada Radarjember.id, Senin kemarin pagi (4/2).

Dia menambahkan, jumlah pasien yang dirawat pada Desember 2018 sebanyak 19 orang. Sedangkan jumlah pasien DBD yang dirawat pada Januari 2019 mencapai 54 orang. “Kenaikan pasien dalam waktu satu bulan hampir 3 kali lipat,” katanya. Dr Jasin mencatat ada 6 pasien yang datang dalam kondisi kritis. ”Pasien DBD yang kritis itu berjumlah 2 orang saat datang di RS pada Desember 2018. Dan, 4 pasien dalam kondisi kritis pada Januari 2019,” terangnya.

Namun, keenam pasien yang datang dalam kondisi kritis bisa diselamatkan oleh pihak RS. ”Kami segera melakukan penanganan terhadap pasien DBD. Mereka bisa tertolong dan bisa diselamatkan,” katanya. Kebanyakan pasien tidak memahami jika mereka terserang DBD. ”Mereka datang dalam kondisi tekanan darah yang menurun. Juga trombosit yang rendah,” katanya.

Oleh sebab itu, dr M Jasin berharap jika masyarakat mengalami panas atau demam yang tinggi, segera dibawa ke RS dr Koesnadi. ”Karena itu ciri awal DBD,” katanya.

Namun begitu, untuk memastikan seseorang terserang DBD harus diperiksa darahnya di laboratorium. “Karena akan diketahui kondisi trombositnya, “ katanya.

Selain itu, dr M Jasin berharap para anggota keluarga tanggap jika ada salah seorang keluarganya terkena DBD. ”Karena pasien DBD butuh penanganan yang cepat dan tepat,” katanya.

Kondisi hujan yang setiap hari turun memicu tersebarnya nyamuk Aedes aegypti. ”Perkembangan nyamuk amat cepat. Ini dibutuhkan jumantik di setiap keluarga untuk memantau jentik nyamuk,” katanya. (*)

Reporter : Eko Saputro

Fotografer : Eko Saputro

Editor : Narto