Kontingen Jember Pasang Target Tinggi di Porprov, Mungkinkah?

Bisa Saja, Asal…

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VI akan segera digelar, Juli ini. Ajang terbesar bagi atlet se-Jawa Timur ini akan jadi PR (pekerjaan rumah) berat bagi KONI Jember. Apalagi, Jember pasang target tinggi.

25

RADAR JEMBER.ID – “Ini ajang pembuktian bagi kami. Karena fokus KONI untuk jangka pendek adalah Porprov 2019,” tutur Abdul Haris Afianto, ketua umum KONI Jember.

Sejak dilantik dengan kepengurusan baru pada bulan Oktober 2018 lalu, pria yang kerap disapa Alvin ini mengaku akan all out di Porprov ke-VI tahun ini. Apalagi, mereka pasang target fantastis.

Bila berkaca pada Porprov yang terakhir, di Banyuwangi 2015 lalu, Jember harus puas berada di peringkat ke-17 klasemen akhir. Kala itu, Jember mendapat total 45 poin. Yakni, 5 medali emas, 9 perak, dan 7 keping perunggu.

Tahun ini, KONI Jember menargetkan naik satu digit. Berarti, minimal harus mampu masuk sembilan besar dalam klasemen akhir nanti. “Saya tidak ingin coba-coba. Harus 100 persen bagi para atlet itu memberikan yang terbaik. Karena ini menyangkut nama baik Jember di ajang olahraga,” tegas Alvin.

Mungkinkah?

Alvin menyebut, Porprov tahun ini bukan ajang rekreasi bagi para atlet. Melainkan ajang pembuktian bagi mereka, untuk dapat berprestasi di tingkat provinsi dengan membawa nama baik Kota Jember.

Dalam memutuskan cabor mana saja yang diberangkatkan ke empat kota gelaran Porprov tahun ini, KONI Jember sudah membandingkan dengan perolehan medali dalam Porprov V di Banyuwangi, 2015 lalu. ”Kami akan memilah cabor apa saja yang berpotensi menyumbangkan medali,” jelasnya.

Khusus untuk gelaran Porprov VI ini, total dana yang digelontorkan Pemkab Jember adalah Rp 1,4 miliar. Namun, sampai sekarang banyak cabor yang masih kesulitan dana dalam hal persiapan. Seperti cabor sepak bola.

Sebelum masuk ke Porprov, cabor sepak bola dan beberapa cabor lain memang harus melalui babak Pra-Porprov terlebih dahulu. Bahkan, sekarang mereka seakan kelimpungan mencari dana untuk biaya operasional.

Manajer tim sepak bola Porprov Jember Adi Purnomo menyebutkan, pihaknya terus mencarikan dana guna bisa ikut Pra-Porprov. Untuk menyiasati problem dana itu, pihaknya menarik tiket penonton dalam laga uji coba.

Sebelumnya, Porprov Jember menggelar laga uji coba meladeni Persinga Ngawi (4/2) salah satu kontestan tim Liga 3 di Stadion Jember Sports Garden. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Persinga 0-2 itu, penonton harus membeli tiket sebesar Rp 10 ribu.

“Nantinya kami juga akan menggelar laga uji coba melawan tim Liga 3 lainnya. Juga akan kami tiketkan, untuk menutup biaya operasional tim ini,” ungkap Adi Purnomo kepada Radarjember.id.

Namun, di balik kendala keuangan tersebut, dia tetap optimistis tim besutan pelatih kepala M. Rofiq itu bisa melewati Pra-Porprov. Cabor sepak bola nantinya akan digelar di dua stadion, yakni Gelora Surajaya di Lamongan dan Stadion Bumi Wali di Tuban.

Senada dengan cabor sepak bola. Di cabor bridge, untuk persiapannya sekarang juga harus merogoh kocek pribadi. Padahal, bridge adalah salah satu cabor yang selalu memberi emas dalam tiga kali gelaran Porprov Jawa Timur. Yakni pada Porprov III menyabet dua emas, Porprov IV dan V dengan satu emas.

“Kalau untuk saat ini, persiapan kami belum ada dana yang cair dari KONI atau Pemkab. Tetapi kalau sudah di Porprov nanti, jelas ada dana dari KONI,” ucap Tjandra Nusantara, ketua harian Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jember.

Alvin menyebut, anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan untuk kuota 150 atlet Porprov ini. “Kalau ada atlet yang ingin bondo dewe untuk Porprov, akan kami peringatkan. Kami ingin semua atlet yang berangkat sudah melalui pertimbangan yang matang. Dari Bina Prestasi KONI Jember,” jelas Alvin.

Dia menambahkan, kalau memang belum mampu untuk diberangkatkan, jangan memaksa berangkat dengan dana sendiri. “Yang kami berangkatkan sesuai dengan kemampuan atlet masing-masing. Serta data prestasi mereka sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai berapa bonus untuk medali emas yang diraih oleh atlet, Alvin mengaku masih belum mengetahui secara pasti hal itu. “Untuk bonus, akan kami bicarakan lagi dengan bupati. Karena ini menyangkut pemberian reward kepada atlet kami,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer :

Editor : Hadi Sumarsono