Belum Tenar tapi Banyak Gizi

Bayam Merah Makin Diminati

MENYEHATKAN: Seorang pedagang menjual bayam merah di Pasar Tanjung yang kini mulai banyak dicari oleh masyarakat.

RADAR JEMBER.ID – Sayur bayam sudah sangat terkenal di Kabupaten Jember. Akan tetapi, khusus sayur bayam berwarna merah belum semuanya masyarakat paham. Bayam yang bisa dibudidayakan tersebut kini mulai banyak diminati oleh warga Jember. Menurut Heriyanto, 50, pedagang yang mangkal di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, warga yang datang ke pasar belum seluruhnya tahu adanya bayam merah.

“Masih jarang yang tahu. Banyak warga yang Tanya ini sayur apa. Ada yang terkejut kalau ini bayam merah,” ucapnya. Sayur bayam berdaun merah dan hijau menurutnya memiliki rasa yang sama. Bedanya hanya pada warna merah. Dirinya menuturkan jika dari segi rasa, sepertinya sama saja, hanya warnanya saja yang berbeda.

“Kalau orang mau beli rata-rata tanya, apa yang warna merah itu,” ucapnya. Heriyanto mengaku, secara detail dirinya tidak mengetahui jelas tentang manfaat sayur bayam merah. Akan tetapi, sayur bayam merah dan hijau sama-sama diyakini orang memberikan banyak nutrisi dan termasuk sayur yang bergizi.

“Pembeli kebanyakan orang-orang yang berkeluarga terutama yang punya bayi. Katanya bayam sangat dianjurkan. Banyak juga orang-orang tua yang membeli bayam merah ini,” tegas Heriyanto yang sudah belasan tahun menjadi pedagang sayur. Mengenai harga, sayur bayam merah menurutnya lebih mahal Rp 500 di atas harga bayam hijau. Apabila harga per ikat bayam hijau sebesar Rp 2.000, maka bayam merah Rp 2.500 per ikatnya.

“Kalau sekarang harga sayur normal. Tidak murah dan tidak mahal,” ungkapnya. Heriyanto bersyukur, meski hanya berjualan sayur bayam, tetapi hasilnya lumayan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga. Diakuinya untuk bayam merah, barangnya masih terbatas. Tidak seperti bayam hijau yang sangat banyak.

“Tetapi petani di Jember sudah mulai banyak yang membudidayakannya karena peminatnya meningkat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Rangga Mahardhika