Rumah Kosong Sarang Nyamuk

Warga Patungan Lakukan Fogging

BERANTAS DBD: Petugas fogging mulai melakukan penyemprotan untuk atas mengatasi DBD di kawasan padat penduduk, termasuk Perumahan Puri Bunga Nirwana, beberapa waktu yang lalu.

RADAR JEMBER.ID – Tingginya angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jember yang berjumlah hampir 100 orang membuat masyarakat secara swadaya melakukan pengasapan atau fogging. Seperti yang dilakukan oleh Kader Posyandu bersama warga di Perumahan Bunga Nirwana, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari.

Pengasapan ini untuk mencegah mewabahnya penyakit yang mematikan itu. Karena jika tak sampai ditanggulangi, penyakit berciri bintik-bintik merah di kulit tersebut bisa cepat menjangkiti warga lain melalui nyamuk Aedes aegypti. “Penyemprotan ini karena ada warga Perum Puri Bunga Nirwana yang terkena DBD,” ungkap Ngasrotin Maimunah, Kader Posyandu Kelurahan Karang Rejo, kemarin.

Menurut Ngasrotin, penyemprotan ini juga untuk menanggulangi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue. Sebab, selain ada warga yang terjangkit DBD, beberapa tahun lalu juga ada warga yang positif DBD hingga meninggal. “Sehingga warga kompak. Sebab, warga tidak mau peristiwa serupa terulang kembali,” ujarnya.

Selain melakukan fogging, Ngasrotin menuturkan, ibu-ibu perumahan guyub melakukan edukasi ke masyarakat. Mereka memantau jentik nyamuk di bak mandi di rumah-rumah warga. Hanya saja, masih adanya rumah yang tak berpenghuni menjadi kendala tersendiri. Pasalnya, dia mencurigai, rumah kosong tersebut menjadi sarang jentik nyamuk.

“Di sini juga ada rumah kosong tak berpenghuni. Kalau hujan seperti ini ada rumah yang kosong itu bocor. Jadi, airnya menggenang,” sebutnya. Selain di Sumbersari, warga di sejumlah daerah lain juga melakukan hal serupa. Mereka memantau jentik nyamuk di rumah-rumah penduduk. Karena dalam penanganan wabah DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan.

Apalagi, berdasarkan hasil survei, sebanyak 34 rumah dari 100 rumah masih menjadi sarana ternak jentik nyamuk. “Sehingga hari ini kami bersama Kader Posyandu memantau jentik nyamuk di rumah warga,” kata Penjabat Kepala Desa Wonosari, Puger, Rohmat Kartolo, kemarin.

Untuk itu, dalam pemantauan jentik nyamuk tersebut pihaknya juga mengimbau agar masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri. Yaitu dengan prinsip 3M plus. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas agar tak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Masyarakat juga bisa melakukan pencegahan dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto, Mahrus Sholih

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Rangga Mahardhika