Literasi Swadaya Griya Baca di CFD

PEDULI: Suasana acara Literasi bertajuk baca gratis yang dipelopori kelompok muda griya baca Tempeh saat berlangsung di CFD Alun-alun Lumajang pagi tadi.

RADARJEMBER.ID – Pegiat Griya Baca dalam memberikan bekal khazanah pengetahuan kepada lapisan masyarakat khususnya kategori usia anak dan remaja kian nyata dibuktikan. Melalui acara ‘Baca Gratis’ yang digagas oleh kelompok pemuda Griya Baca Dusun Ateran, Desa Tempeh, Lumajang, pada Minggu (10/02) bertepatan dengan Car Free Day (CFD) mereka menggelar acara baca buku gratis di sekitar areal Alun-Alun Lumajang.

Ketua Griya Baca bernama lengkap Windra Yogi Zafrian saat ditemuiradarjember.id di areal taman alun-alun Lumajang, menuturkan acara bertajuk baca gratis ini merupakan wujud kepedulian para pemuda dalam berbagi pengetahuan dan mengajak generasi milenial untuk terus mencintai buku. Salah satunya dibuktikan dengan senantiasa giat membaca buku. “Kepedulian terhadap para remaja pelajar dan adik-adik kita wujudkan dalam bentuk baca buku gratis ini,” katanya.

Kesadaran akan besarnya manfaat membaca rupanya tidak semua mampu dirasakan oleh lapisan masyarakat. Kecendurungan memilih dan melakukan hal yang lebih menyenangkan daripada melakukan kegiatan membaca seringkali menjadi prioritas oleh kalangan remaja. Terlebih sangat disayangkan jika anak yang masih belia justru jarang diberikan stimulus dan pemahaman mengenai manfaat besar dari membaca. Inilah yang seringkali menjadi tantangan bagi pemuda griya baca untuk berusaha menuntaskan persoalan yang dihadapi.

“Seringkali pemuda remaja hanya datang sekali dua kali dalam sebulan. Mereka hari ini cenderung beraktifitas diluar kebutuhan sebagai pelajar. Miris rasanya melihat keadaan ini. Padahal generasi muda Lumajang terbukti berprestasi. Maka dari itu, teman-teman griya baca juga memfokuskan diri kepada adik-adik usia PAUD, TK, SD/MI untuk membantu memunculkan minat baca akan buka,” papar pemuda 21 tahun ini.

Ke depan dirinya berharap kegiatan literasi swadaya yang digagas bersama teman-temannya mendapatkan perhatian dari pemerintah Lumajang. Karenanya peran pemerintah dalam menjaga dan merawat generasi penerus sebagai aset paling berharga yakni dengan memaksimalkan segala potensi kelompok atau komunitas yang tersebar di seluruh daerah Lumajang yang selama ini gerak mereka jalan di tempat seolah minimnya kepedulian dan perhatian.

“Kepada pemerintah harapannya tidak hanya pada kelompok pemuda literasi griya baca yang ada di Ateran, Tempeh. Akan tetapi semua komunitas yang tersebar di wilayah Lumajang semoga mendapatkan perhatian. Karena kita mencintai Lumajang, menyayangi generasi aset berharga kota ini,” pungkas alumnus SMK lulusan tahun 2015 saat akan menyudahi acara literasi karena sudah menjelang dzuhur.

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Dzikri Abdi Setia