Tipu Jual Tanah Rp 290 Juta

TAK SAMA: Terdakwa Fathul Wahab saat memberikan pembelaan tertulis kepada majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Jember.

RADARJEMBER.ID – Terdakwa Fathul Wahab memberikan pembelaan tertulis kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Jember Kelas 1A. Yakni saat agenda sidang pembelaan dari terdakwa yang merupakan pelaku penipuan penjualan tanah. Tak main-main, penipuan itu merugikan korbannya hingga Rp 290 juta.

Fathul Wahab memberikan surat pembelaan tertulis kepada Ketua Majelis Hakim Sidang Slamet Budiono. Namun, Slamet merasa ada yang janggal dari pembelaan tertulis yang diajukan oleh terdakwa. “Pleidoi ini berbeda dengan sikap terdakwa. Apa terdakwa masih pada pembelaannya?” tanya Slamet kepada terdakwa.

Fathul pun mengangguk, menandakan dia masih tetap pada pendirian atas pembelaannya. “Saya mohon keringanannya. Karena saya masih menjadi tulang punggung keluarga,” ucap Fahtul, menjawab pertanyaan majelis hakim. Namun, kubu jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Totok Walidi masih tetap pada tuntutannya.

Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan kurungan penjara selama dua tahun. Tetapi, terdakwa memilih membela dengan mengajukan secara tertulis. Seusai persidangan, Totok menyebutkan bahwa ada keanehan dalam pembelaan itu. “Pembelaan tertulis itu dibuatkan orang lain. Terdakwa tadi juga mohon keringanannya, tetapi di pembelaan tertulis dia meminta bebas,” ungkap Totok.

Fathul sampai di kursi pesakitan karena terjerat kasus tanah. Dia dianggap merugikan korbannya hingga Rp 290 juta. Pada tahun 2012 lalu, terdakwa menggadaikan tanah seluas 5427 meter persegi kepada korbannya Sumilah yang berada di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari.

Total korban sudah memberikan dana sebesar Rp 290 kepada terdakwa atas tanah tersebut. Terdakwa juga mengaku tanah tersebut tidak ada sengketa, dan korban juga percaya. Namun, tahun 2016, korban akhirnya tak bisa menguasai tanah tersebut lagi. Sebab, sesuai dengan putusan Mahkamah Agung, tanah tersebut bukan milik terdakwa. Melainkan milik empat saksi lainnya.

Akhirnya, korban memilih meminta terdakwa mengembalikan uangnya. Namun, terdakwa tak memberikan uang ratusan juta tersebut. Selanjutnya, majelis hakim memutuskan menunda persidangan, dan akan digelar kembali pada Selasa 12 Februari mendatang di PN Jember. Agendanya pembacaan putusan dari majelis hakim.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Rangga Mahardhika