Pemilihan Direktur Politeknik Jember Tunggu Konfirmasi

15
SIAP BERSAING: Baliho pengumuman tiga calon Direktur Politeknik Negeri Jember terpampang di depan pintu gerbang kampus di Jalan Mastrip yang rencananya digelar 14 Februari 2019.

RADARJEMBER.ID – Meskipun panitia pemilihan direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) sudah menjadwalkan pelaksanaan pemilihan 14 Februari 2019, namun hingga kemarin belum jelas. Mereka masih menunggu konfirmasi dari Kemenristetk Dikti. Sebab, perwakilan dari Kemenristek Dikti memiliki hak pilih dalam menentukan pimpinan di kampus vokasi ini.

“Sampai sekarang dari Kemenristek Dikti masih belum ada balasan,” kata Ketua Panitia Pemilihan Direktur Polije Budi Haryono. Menurut dia, sebulan yang lalu panitia sudah mengirimkan surat undangan untuk kegiatan pemilihan Direktur Polije. Namun, hingga seminggu sebelum pendaftaran, masih belum ada konfirmasi.

Panitia mengirim langsung undangan pemilihan direktur itu ke gedung D Kemenristek Dikti untuk menyerahkan dokumen. Budi menilai, karena kesibukan kementerian, sehingga sampai seminggu sebelum pelaksanaan masih belum ada konfirmasi. “Biasanya tiga hari sebelum pelaksanaan ada konfirmasi,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Budi itu menambahkan, agenda pemilihan direktur itu masih berlangsung sampai 26 Februari 2019. Apabila sampai tanggal 14 Februari belum ada kabar dari Kemenristek Dikti, maka bisa diundur, dengan catatan tidak melebihi batas waktu 26 Februari itu.

Kendati demikian, panitia sudah mempersiapkan semua kebutuhan pelaksanaan pesta demokrasi di kampus tersebut. Mulai dari pembuatan baliho tiga calon yang akan dipilih, surat suara, kotak suara, bilik suara, saksi yang diambil dari anggota senat, serta perlengkapan lainnya. “Panitia sudah mempersiapkan sarana untuk kegiatan pemilihan,” ucapnya.

Kami juga sosialisasi pada anggota senat bahwa tanggal 14 Februari itu ada pemilihan Direktur Polije. Surat suara pemilihan itu dilakukan secara manual. Dalam surat suara itu, ada tiga foto calon yang akan dipilih. “Namun tidak dicoblos, tapi dicontreng,” ujarnya.

Surat suara itu dibuat oleh panitia dan akan dibawa saat pemilihan berlangsung. Jumlahnya menyesuaikan jumlah suara dari senat dan Kemenristek Dikti. “Ada 34 anggota senat, sedangkan suara menteri ada 18 suara, totalnya ada 52 suara yang akan memilih,” terangnya.

Pemilihan itu dilakukan secara manual, sesuai dengan peraturan dari Kemenristek Dikti. Padahal, Polije sudah bisa menyelenggarakan pemilihan berbasis digital. “Tata cara pemilihannya masih menggunakan model pemilihan manual,” pungkasnya.

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Rangga Mahardhika