Sidang Delapan Terdakwa Kasus Pembunuhan di Lapas

Tunggu Saksi Mahkota

MASIH PEMERIKSAAN SAKSI: Terdakwa kasus pembunuhan di Lapas II A Jember disidangkan di PN Jember dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa

RADAR JEMBER.ID – Total delapan terdakwa yang disidangkan di dua ruang berbeda di Pengadilan Negeri Jember, kemarin (7/2). Delapan terdakwa tersebut dibagi menjadi dua berkas. Mereka kembali dihadapkan ke meja hijau karena telah menghilangkan nyawa sesama penghuni lapas pada 23 Agustus 2018 lalu. Korbannya yakni Rahmad Andita alias Mad Tawon.

Kedelapan terdakwa itu masih berstatus narapidana lapas kelas II A Jember. Mereka adalah Umar Said, Fajar Suwito, Sudiarjo, Boyono, Muhammad Ibrohim, Kiki Hidayah, Rosis Hamidi, dan Zaiunuddin.

Keempat terdakwa, Umar Said, Fajar Suwito, Sudiarjo, dan Boyono disidangkan di ruang Tirta pada sore hari. Sedangkan empat rekannya lebih dulu disidang siang harinya di ruang Sari. Mereka didakwa atas perbuatan penganiayaan sampai meninggalnya Mad Tawon di Blok B kamar nomor 2.

Dalam sidang tersebut, semua terdakwa didampingi oleh penasihat hukumnya Faqih Imam Kurnain dkk. Agenda adalah pemeriksaan saksi. Dalam dua sidang yang berbeda, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Joansyah menghadirkan satu saksi yang sama. Faqih menyebut, para terdakwa ini dibagi menjadi dua berkas perkara, agar proses pemeriksaannya lebih detail.

“Dari penasihat hukum terdakwa, yang pertama ingin kami munculkan dalam persidangan adalah peran masing-masing terdakwa itu saja. Siapa pelaku utama, siapa yang hanya membantu, siapa yang hanya melakukan penganiayaan,” ucap Faqih kepada Jawa Pos Radar Jember seusai persidangan.

Faqih mengatakan, otak utama pembunuhan kasus ini belum diketahui. Sebab, selama ini saksi yang dihadirkan oleh JPU hanya menerangkan telah terjadi pengeroyokan saja. Lalu, melihat ada jenazah dan tidak ada saksi yang menerangkan peran terdakwa satu-satu.

Satu saksi yang dihadirkan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Wahyu Widuri SH adalah Zainal Arifin yang juga berstatus narapidana. Saksi tersebut mengaku mengenal beberapa terdakwa dan kenal korban.

“Saya waktu itu bermain kartu. Tetapi saya tidak melihat jelas waktu korban dicekik atau dipukul. Saya juga tidak tahu siapa yang memukul,” ucap Zainal menjawab pertanyaan Faqih.

Zainal juga berujar melihat jenazah korban saat digotong oleh sipir. Dia mengaku dalam kondisi takut untuk bertanya ke sesama penghuni lapas lainnya kenapa Mad Tawon sampai meregang nyawa. “Mereka (terdakwa) tidak pernah bertengkar sebelumnya sama korban,” imbuh Zainal.

Setelah memberi keterangan di depan majelis hakim, Wahyu Widuri akhirnya menunda persidangan itu di hari Selasa (11/2). Empat terdakwa lainnya ditunda pada hari Kamis (14/2). Dengan agenda yang sama, yakni pemeriksaan saksi mahkota dari JPU. “Kalau berdasarkan alat bukti yang disita polisi, terdakwa ini memakai sarung dan batu akik atas penganiayaan itu,” pungkas Faqih. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono