HPN Diskusi Publik 5 Bulan Bedah Pemerintahan Cak Thoriq – Bunda Indah

27

LUMAJANG RADARJEMBER. ID – Diskusi publik yang mengangkat tema “5 bulan membedah kepemimpinan Thoriq-Indah”, yang digagas oleh Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL) rupanya mendapatkan atensi begitu besar oleh berbagai kalangan di Lumajang.

Turut mengundang 6 nara sumber pada acara yang berlangsung Kamis tadi (7/2/2019) di Pendopo Kabupaten Lumajang.

Adapun ke-6 undangan yang menjadi nara sumber pada diskusi publik tersebut, diantaranya Bupati Lumajang Thoriqul Haq MML; Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati MSi; Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SIK MH MM; Dandim 0821 Lumajang Letkol Infantri Ahmad Fauzi; Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono; dan Dekan Fakultas Hukum UNEJ DR. Nurul Gufron SH MH.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq MML saat diskusi publik berlangsung mengatakan, pemerintah Lumajang akan terus berupaya melakukan berbagai langkah pembenahan birokrasi untuk meningkatkan kinerja ASN.

Lebih dari itu, dirinya sempat menyinggung persoalan aktivitas penambangan pasir yang kini sedang menjadi perhatian serius dalam pemerintahannya. Bentuk moratorium yang sudah dilakukan dengan pemerintah provinsi terhadap kegiatan penambangan pasir di Lumajang seakan menjadi bukti nyata keseriusan pemerintahan Thoriqul Haq dalam mengomandoi Lumajang.

“Pemerintah Lumajang tentunya teruS melakukan pembenahan dan penertiban birokrasi. Di mana jelas muaranya untuk peningkatan kualitas kinerja aparatur. Dan yang harus diketahui masyarakat Lumajang bahwa moratorium terkait penambangan pasir sudah kita lakukan kepada pemerintah provinsi,” papar Thoriqul Haq, Bupati Lumajang di hadapan ratusan peserta diskusi publik yang dihadiri dari berbagai kalangan profesi, pelajar dan mahasiswa, Kamis (7/2) yang digelar pendopo.

Ungkapan senada juga diutarakan Indah Amperawati, Wabup Lumajang. Kecanggihan digital yang semakin tak terbantahkan di era modern sekarang akan dijadikan pondasi dasar oleh pemerintah Lumajang dalam melakukan tata kelola manajemen perbaikan peningkatan kinerja ASN.

Sangat beralasan jika pengetatan ini nantinya bisa segera terealisasikan, maka keaktifan dan kinerja aparatur dalam melayani publik tentu dapat berperan maksimal.

“Untuk mengetahui kehadiran tidaklah cukup hanya dengan finger print. Seringkali banyak modus yang dilakukan untuk mengakali jika ASN tidak hadir. Maka untuk menyikapinya penggunaan fitur dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi ASN tentunya akan diketahui posisinya melalui titik koordinat. Soal bagaimana bentuk konkritnya mekanisme teknologi yang akan diterapkan masih kita susun langkah-langkahnya,” ujar Ir. Indah Amperawati saat menjabarkan dalam diskusi publik.

Sementara itu, ketua panitia acara diskusi publik Abdul Rahman menjelaskan, diskusi yang digelar merupakan bentuk kepedulian insan pers dalam mengawal pemerintah dan kebijakannya. Di moment Hari Pers Nasional ini seluruh lapisan masyarakat Lumajang diajak untuk memberi masukan, mengevaluasi dan mengkritisi kinerja pemerintah Lumajang dalam 5 bulan ini.

“Acara diskusi publik ini wujud nyata kepedulian insan pers Lumajang kepada pemerintah Lumajang. Diharapkan melalui acara ini masyarakat benar-benar mengetahui apa-apa yang sudah dikerjakan oleh Bupati dan Wabup dalam awal menjalankan roda pemerintahan selama 5 bulan ini,” kata Abdul Rahman saat diminta keterangan oleh radarjember.id sesaat setelah acara usai. (*)

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Winardi Nawa Putra