Minta DPRD Sampaikan Aspirasi Capres Independen

Bawa Petisi, Tikus Pithi Turun Aksi

OPTIMISTIS: Massa aksi dari Tikus Pithi Hanata Baris merapat di depan kantor DPRD Jember. Mereka ingin agar ada payung hukum capres independen.

RADAR JEMBER.ID – Perjuangan agar keran calon presiden independen dibuka kembali disuarakan warga yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Tikus Pithi Hanata Baris (Ormas TPHB) Kabupaten Jember. Setelah mendatangi KPUD Jember 17 Januari lalu, mereka turun aksi lagi dengan mendatangi kantor DPRD Jember, kemarin (7/2).

Massa Tikus Pithi berjalan kaki dari Jalan Kalimantan menuju DPRD Jember. Mereka membawa poster, pamflet, selebaran, serta spanduk bergambar bakal calon presiden independen yang mereka usung, yaitu Tuntas Subagyo.

Tak hanya itu, mereka juga membawa spanduk yang disertai dengan ratusan atau lebih tanda tangan yang menjadi bagian dari petisi keinginan adanya payung hukum capres independen.

Selama perjalanan, massa meneriakkan yel-yel serta menyanyi lagu-lagu dengan ciri khas Tikus Phiti. “Aksi kami tetap damai. Kami turun lagi untuk menindaklanjuti aspirasi kami yang sebelumnya kami sampaikan ke KPUD Jember, yaitu ingin agar ada payung hukum capres independen,” kata Aida Siti Saudah, Ketua Ormas TPHB Jember.

Dalam orasi di perempatan DPRD Jember, mereka menginginkan adanya calon presiden independen yang berasal dari rakyat langsung. “Kami tidak menyalahkan siapa-siapa. Kami bukan dari golongan mana pun. Kami ingin ada calon presiden independen,” kata salah seorang orator.

Setelah cukup lama berorasi, menyanyi, dan meneriakkan yel-yel, perwakilan massa langsung masuk ke DPRD Jember. Perwakilan ditemui oleh Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri serta beberapa anggota dewan yang lain. Mereka pun langsung menyampaikan keinginannya agar aspirasi dibukanya capres independen disampaikan DPRD Jember ke DPR RI melalui surat secara resmi.

Menurut Aida Siti Saudah, langkah aksi tersebut terus dilakukan karena Ormas TPHB sudah menempuh berbagai jalur. “Aksi menyampaikan aspirasi ke DPRD agar dikirimkan surat ke DPR RI penting kami lakukan sebagai bagian dari perjuangan kami. Kemarin, kami sudah ke KPUD Jember dan KPUD Provinsi Jatim. Sekarang kami ke DPRD Jember dan nanti kami akan sampaikan aspirasi ini ke DPRD Provinsi Jatim, termasuk ke gubernur,” paparnya.

Ormas TPHB juga sudah memasukkan surat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aspirasi agar dibukakan keran atau payung hukum tentang capres independen. “Selain sudah melayangkan surat ke MK, kami juga akan terus berjuang sehingga nanti Ormas Tikus Phiti bias membawa petisi satu kontainer ke MK. Tentu gerakan ini bukan hanya di Jember, akan tetapi di sejumlah tempat lain,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan Ormas TPHB dengan DPRD Jember yang berlangsung sekitar 30 menit menghasilkan satu jawaban tegas dan konkret. Ketua Komisi B Bukri menegaskan, pihaknya menerima aspirasi massa aksi dan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR RI.

“Kalau aspirasi ini terkait persoalan di Jember, pasti akan saya selesaikan mulai hari ini juga. Akan tetapi, karena aspirasinya langsung berkaitan dengan yang ada di pusat, maka aspirasi bapak-ibu semua akan kita kirimkan melalui surat. Kita akan kirim aspirasi ini ke DPR RI,” tegas Bukri.

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengapresiasi aksi Ormas TPHB Jember. Sebab, perjalanan aksi hingga selesainya audiensi berjalan dengan aman dan damai. “Kalau aksinya damai seperti ini pasti apa yang disampaikan langsung mengena. Saya memberi apresiasi. Saya kira ini bukan aksi, tetapi benar-benar langsung menyampaikan aspirasi,” pungkas Bukri.

Usai perwakilan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Jember, massa aksi selanjutnya kembali meneriakkan yel-yel serta menyanyikan lagu-lagu semangat. Massa Ormas TPHB kemudian bergerak menuju titik kumpul di sekitar kampus sebelum membubarkan aksinya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono