Begitu Masuk DPTb, Nama di DPT Tempat Asal Dicoret

Urus A5, Mahasiswa STDI Pindah Pilih

ANTRE: Mahasiswi STDIIS Jember asal luar kota mengurus form A5 agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jember, kemarin (6/2). Sejumlah pemilih pemula asal luar kota tersebut mengurus formulir A5 sebagai syarat agar bisa pindah memilih di Jember.

Mahasiswa berjumlah 76 orang itu bergerak dari STDIIS di Jalan MH Thamrin Gang Kepodang nomor 5, Gladak Pakem, Kranjingan, Kecamatan Sumbersari.

Menurut Muhammad Yogi, salah seorang dosen STDIIS, pengurusan pindah pilih dilakukan karena mayoritas mahasiswanya berasal dari luar kota. Dengan mengurus form A5, diharapkan mahasiswa dapat berpartisipasi dengan menyalurkan hak suaranya sekali pun tidak pulang ke daerah asal.

“Kalau jumlah mahasiswa ada sekitar 800 lebih dan 90 persennya berasal dari luar Jember. Nah, mahasiswa yang datang ini yang mau saja. Untuk hari ini ada 56 perempuan dan 20 laki-laki. Jadi, ada 76 mahasiswa. Harapannya semua mahasiswa STDIIS bisa mengurus. Tetapi kami tak mungkin memaksa,” kata Muhammad Yogi saat berada di KPUD Jember.

Pengurusan pindah memilih itu menurutnya masih akan terus berlangsung. Itu sengaja dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah yang cukup banyak. “Besok atau lusa kemungkinan ada lagi, jadi bertahap,” tegas Muhammad Yogi.

Salah seorang mahasiswi yang antre mengurus form A5 mengaku sengaja ikut datang ke KPUD Jember. Menurutnya, dia ingin menyalurkan hak pilihnya untuk pemilu mendatang. “Jangan sia-siakan hak suara kita, karena satu suara sangat menentukan masa depan bangsa,” katanya.

Dikonfirmasi, Komisioner KPUD Jember Rima Diana Puspita membenarkan adanya mahasiswa STDIIS yang mengurus form A5 untuk pindah memilih tersebut. Menurutnya, setiap warga negara yang namanya masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) bisa mengurus pindah memilih, dari luar kota ke Jember, maupun dari dalam kota yang pindah ke luar daerah.

“Beberapa hari sebelumnya, ada yang berkonsultasi sebelum puluhan mahasiswa ke sini. Sekarang ada puluhan mahasiswa yang mengurus form A5. Katanya ada sekitar 800 mahasiswa, tetapi kita lihat saja karena yang mengurusnya bertahap,” jelasnya.

Perempuan yang membidangi Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPUD Jember tersebut mengungkap, setiap orang yang mengurus pindah memilih terlebih dahulu akan dicek apakah nama yang bersangkutan masuk DPT di daerah asalnya atau tidak. Setelah dipastikan namanya masuk, maka akan berhak mendapat form A5. Nama mereka otomatis akan masuk ke dalam daftar pemilih tambahan DPTb.

Setelah nama orang tersebut masuk ke DPTb, maka KPUD Jember akan berkoordinasi dengan KPUD tempat asal mereka. Nama-nama yang namanya masuk ke DPTb Jember, maka akan dicoret di DPT asalnya. “Kita punya grup, sehingga perubahan data, orang pindah memilih akan langsung dikomunikasikan. Jadi, nama yang masuk DPTB akan di coret di DPT asalnya,” tegas Rima.

Lebih jauh, nama-nama mahasiswa atau seseorang yang mengurus pindah memilih sejauh ini masih dibagi ke sejumlah TPS yang ada di kelurahan masing-masing. Apabila TPS yang ada sekelurahan/desa tidak mencukupi, maka berpotensi didirikan TPS berbasis DPTb.

“Sejauh ini, data yang ada di KPUD Jember masih mencatat 94 orang yang mengurus DPTb. Untuk PPS masih belum terekap. Masing-masing DPTb kita bagi ke masing-masing TPS di kelurahan/desa tempat dia mencoblos. Kalau TPS yang ada sudah tidak cukup, baru didirikan TPS berbasis DPTb,” pungkasnya.

Data yang berhasil dikumpulkan, pengurusan pindah memilih untuk mendapatkan form A5 secara berkelompok baru dilakukan oleh STDIIS Jember yaitu sebanyak 76 orang. Sedangkan sebanyak 18 orang melakukan pindah pilih secara personal sebanyak 18 orang. Warga Jember yang pindah memilih ke luar kota juga ada beberapa orang. Bahkan, ada pula pelajar yang pindah memilih ke luar negeri. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono