Puluhan Penderita DBD Dirawat di RS Koesnadi dan RS Bayangkara

Pendapa Bupati Di-Fogging

9
ANTISIPASI: Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. 

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Hujan setiap hari yang mengguyur wilayah perkotaan, membuat pendapa Bupati Bondowoso berpotensi menjadi penyebaran sarang nyamuk. Apalagi, ada warga yang tinggal tidak jauh dari pendapa bupati terjangkit DBD. Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk, petugas melakukan fogging atau pengasapan di Pendapa Bupati Bondowoso, Senin pagi kemarin (4/2).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr M Imron mengatakan kepada Radarjember.id, pihaknya telah mengirim petugas untuk melakukan pengasapan ke pendapa. ”Itu untuk mengantisipasi agar pendapa terhindar dari penyebaran nyamuk yang berpotensi menularkan DBD,” tutur M Imron.

Menurut dia, memang ada warga yang tinggal tidak jauh dari pendapa bupati terkena DBD. ”Dikhawatirkan nyamuk menggigit orang yang terkena DBD, lalu nyamuk ini terbang untuk menggigit orang lain lagi,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dr M Imron, jika ada orang terkena penyakit DBD, maka warga yang tinggal di sekitar orang itu dengan jarak radius 100 meter akan mendapatkan fogging. ”Di mana pun tempatnya, jika ada orang terkena DBD, maka kami akan melakukan pengasapan atau fogging agar warga lain terhindar dari gigitan nyamuk,” katanya.

Diakui dr M Imron, musim hujan kali ini menyebabkan kenaikan jumlah pasien DBD meningkat di Bondowoso. Bahkan ada puluhan orang yang dirawat di Rumah Sakit Koesnadi, RS Bhyangkara, serta RS Mitra Medika. ”Ada kenaikan jumlah pasien DBD,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus menggiatkan para jumantik atau juru pengendali jentik. ”Kami akan menggerakkan terus gerakan Gebrak Meja, yaitu menggerakkan para jumantik yang diawali dari setiap keluarga,” katanya. Diharapkan, para jumantik yang ada di setiap keluarga terus memantau kondisi jentik nyamuk di rumah masing-masing. (*)

Reporter : Eko Saputro

Fotografer : Eko Saputro

Editor : Narto