Pencopotan Dilakukan meski Tak Ada Gejolak

Tiga Halaman Kalender KPU Dimusnahkan

14

JEMBER KOTA – KPUD Jember melakukan pemusnahan terhadap beberapa halaman kalender KPU RI. Itu dilaksanakan sekali pun di Jember tidak ada gejolak. Pemusnahan tiga halaman kalender KPU tersebut berdasar surat edaran KPU RI terkait klarifikasi foto Ketua KPU pada kalender KPU tahun 2019.

Komisioner KPUD Jember Muhammad Syai’in membenarkan adanya pemusnahan beberapa halaman kalender KPU. “Untuk di Jember sendiri tidak sampai ada gejolak. Meski demikian, berdasar surat edaran kami tetap melakukan pencopotan beberapa halaman kalender KPU,” tegasnya, kemarin (31/1).

Syai’in menjelaskan, surat edaran tersebut berisi tentang klarifikasi langsung dari ketua KPU RI Arief Budiman. Pada kalender dinding KPU tahun 2019, terdapat foto Arief Budiman pada halaman bulan Maret dan April yang ditafsirkan sebagian orang sebagai bentuk upaya mengarahkan kepada pasangan calon tertentu. Begitu pula dengan kalender meja KPU pada bulan Februari.

“Foto yang dimaksud, dalam surat edaran dijelaskan, foto diambil pada saat memberikan penjelasan kepada petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) pada tanggal 5 Januari 2018 di Lembaga Pengembangan Indonesia (LPPI), Jakarta Selatan. Pada kegiatan itu, Ketua KPU memeragakan Gerakan Salam Coklit yang dimaksudkan untuk memotivasi PPDP, agar semangat melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pemilihan kepala daerah tahun 2018. Kegiatan itu juga dihadiri oleh KPU Provinsi, Bawaslu RI, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI,” papar Syai’in.

Foto yang terpasang di kalender 2019, menurutnya juga diambil jauh hari sebelum masuk tahapan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. “Kegiatan di foto itu juga terjadi jauh hari sebelum tahapan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 yang dimulai tanggal 4 sampai 10 Agustus 2018. serta jauh hari sebelum pengundian nomor urut pasangan calon yang dilaksanakan tanggal 21 September 2018,” ungkapnya.

Syai’in menegaskan, klarifikasi melalui surat edaran itu untuk menegaskan agar tidak ada polemik dan tidak ada orang yang menafsirkan yang bukan-bukan. Guna memperkuat klarifikasi, maka beberapa halaman yang sempat ditafsirkan sebagai bentuk arahan langsung dimusnahkan.

“Foto kalender KPU tahun 2019 tidak dimaksudkan untuk mendukung atau mengarahkan keberpihakan pada paslon tertentu. Oleh karena itu, diharapkan agar foto tersebut tidak ditafsirkan lain dan dikaitkan dengan agenda pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019. Untuk menghindari polemik atau perdebatan yang lebih luas, gambar pada halaman tersebut dicabut, dilepaskan, atau tidak dipasang. Itu isi dari surat edaran tersebut,” pungkasnya. (*)

KPUD JEMBER For RADARJEMBER.ID

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono