Baju Baru Harus Dicuci, Apalagi Bekas

21
HARUS CERMAT: Baju bekas bos atau babebo jadi tujuan para pembeli yang ingin mendapatkan busana modis nan murah meriah. Perlu diingat, baju impor tersebut juga berpotensi kuman, sehingga harus dicuci kembali.

RADAR JEMBER.ID – Masyarakat yang membeli baju bekas harus lebih hati-hati. Sebab, bisa mengandung kuman. Bahkan, baju baru saja perlu dicuci, terlebih pakaian bekas yang dibeli di pasar babebo.

Dewi Rokhmah, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember mengatakan, pakaian bekas yang dijual di pinggir jalan memang lebih murah. Bahkan, baju tersebut ada yang didatangkan dari luar negeri. Bila beruntung, bisa menemukan pakaian yang berkualitas.

“Kita tidak tahu pakaian itu bekas siapa,” katanya. Apakah dipakai oleh orang yang punya penyakit atau tidak. Bila berpenyakit, maka berpotensi menular, seperti penyakit kulit.

Baju bekas yang dikirim dari luar negeri dikirim dalam waktu yang sangat lama. Bisa mengalami kondisi yang lembap di dalam kardus. Berpotensi muncul bakteri atau kuman karena tidak ada pada kondisi yang aman dan sehat.

Perempuan yang akrab disapa Dewi tersebut menilai ada beberapa penyakit yang bisa muncul. Untuk itu, ketika membeli pakaian bekas atau babebo, sebaiknya direndam dengan air mendidih. “Direndam dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Baru setelah itu, dicuci dengan detergen agar lebih bersih serta terbebas dari kuman. Pembeli harus memastikan sebelum baju dipakai, harus bebas dari kuman. Sehingga aman dari penyakit. Dia menyarankan agar memilih baju lain yang lebih terjamin.

Menurut dia, kebersihan baju itu tidak hanya bagi pakaian bekas. Namun, bila warga membeli pakaian baru di toko atau mal, juga harus dicuci dulu. Sebab, berpotensi mengandung penyakit.

“Kita tidak tahu, bagaimana proses baju tersebut, apakah menjamin bebas dari kuman,” tuturnya. Saat pembuatan di pabrik juga ada kontaminasi saat proses, seperti pengepakan. Untuk itu, sebelum memakai, dianjurkan untuk dicuci terlebih dahulu. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono