Tiga Pelaku Curanmor Diamankan

MASUK SEL: Para pelaku pencurian sepeda motor dan HP saat berada di Mapolres Jember

RADAR JEMBER.ID – Kepolisian Resor Jember mengamankan tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tak hanya kendaraan, mereka juga mencuri ponsel (HP) serta melakukan penipuan dan penggelapan.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, penipuan dan penggelapan lima unit sepeda motor dilakukan oleh MS, warga jalan Karangmenur, Kelurahan Erlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Modusnya, tersangka mengaku sebagai anggota polisi.

Pada 7 Januari 2019 lalu, kata dia, Polres Jember menerima laporan dari korban bernama Sulastri, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Sepeda motornya dibawa kabur oleh tersangka. “Dari laporan ini, polisi melakukan penyelidikan. Dalam waktu tiga hari polisi berhasil meringkus tersangka,” terangnya.

MS mengaku sudah lima kali melakukan aksinya. Dua kali di Sumbersari, satu kali di Patrang, dan dua kali di Kecamatan Kaliwates. Modusnya, tersangka mengaku sebagai anggota Polri dan berpura-pura membantu mengurusi sepeda motor korban yang kena tilang.

“Setelah korban terbujuk, tersangka membawa sepeda motor korban,” tambahnya. Polres Jember berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban Sulastri. Sementara sepeda motor lainnya sudah digadaikan. Tersangka dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Dalam kesempatan itu, Kusworo juga menjelaskan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh SI, warga Tamansari, Kecamatan Wuluhan. Unit Resmob Polres Jember terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

“Pada 17 Desember 2018 lalu, kami menerima laporan dari korban bernama Nur Rahman, warga Desa Tamansari, Wuluhan,” tuturnya. Dia mengaku, sepeda motor yang diparkir di area persawahan hilang dicuri. Polisi melakukan penyelidikan selama hampir sebulan, lalu memergoki tersangka sedang mengendarai sepeda motor hasil kejahatannya.

Berdasarkan catatan kepolisian, Nur Rahman ini sudah dua kali masuk penjara karena kasus serupa, yakni 8 bulan penjara di tahun 2006, dan satu tahun penjara di tahun 2010. ”Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” terangnya.

Tersangka selanjutnya adalah spesialis pembobol gerai HP (konter) berinisial YP, warga  Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul. Tersangka sudah membobol dua gerai, yakni milik Imroni warga Desa Rowo Tengah, Kecamatan Sumberbaru, dan gerai HP milik Holili warga Tanggul. “Dari dua TKP tersebut, tersangka berhasil mencuri 10 unit HP berbagai jenis,” jelas Kusworo.

Aksi tersebut terbongkar setelah korban mengetahui tersangka menjual HP hasil curiannya di salah satu gerai. Polisi mendatangi TKP dan mencocokkan nomor IMEI HP. “Ternyata HP tersebut memang merupakan milik korban,” ujarnya.

Saat konferensi pers di Mapolres Jember,  tersangka YP hendak kabur. Namun, saat di Jalan Gatot Subroto, dia berhasil diringkus kembali. “Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Hadi Sumarsono