Sawah Warga “Menghilang”

JADI KOLAM: Sawah milik Muhariyanto, warga Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, Kencong yang kini lebih mirip sebagai kolam, setelah tangkis sungai tanggul jebol. Banyak permukaan tanah di sawahnya itu yang hilang terbawa air.

RADARJEMBER.ID – Para pemilik sawah di sekitar tangkis sungai Tanggul yang jebol di Desa Ponjen, Kecamatan Kencong, benar-benar dibikin pusing. Tak hanya hilangnya padi yang ditanam, tapi sawah juga “hilang”. Ada yang terendam lumpur bercampur batu-batu besar, ada pula yang berubah jadi kubangan kolam.

Seperti sawah milik Abdul Haris, 55, warga Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, Kencong. Dia harus kehilangan tanaman padi yang baru ditanam lima hari sebelum banjir. Awalnya, dia mengira tanamannya masih bisa diselamatkan. Tapi, begitu air surut, dia jadi geleng-geleng.

Sawah seluas setengah hektare yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari tangkis yang jebol itu sudah tertutup dengan pasir, lumpur, dan material batu fondasi tangkis.

Untuk mengembalikan fungsinya, Haris harus mengeluarkan tenaga guna mengeluarkan batu-batu plengsengan tersebut. “Karena bukan hanya lumpur saja yang masuk ke sawah. Tetapi juga batu dan pasir,” ujarnya, saat ditemui di sawahnya.

Dia sudah melaporkan ke pihak pemerintahan desa, lantaran sawahnya sudah tidak bisa ditanami padi lagi. Dia berharap ada bantuan dari pemkab untuk bisa membantu mencari solusi. Karena kalau mengeluarkan biaya sendiri untuk mengeluarkan semua batu dan tumpukan pasir, rasanya tidak mungkin. “Biayanya pasti banyak,’’ tukasnya.

Selain Haris, beberapa petani yang juga menjadi korban banjir adalah Muheriyanto, 49, warga Dusun Kedunglangkap, Desa Kraton, Kencong. Sekitar satu hektare sawahnya yang ditanami padi berumur dua minggu hilang. Bahkan, sawahnya kini sudah berubah menjadi kolam. Selain itu, banyak batu menumpuk di sawahnya.

Kedalaman air pun lumayan. Sekitar 1,5 meter. Benar-benar mirip kolam. “Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, jelas kami bingung. Sawah kami ini rusak gara-gara tangkis yang jebol,” katanya.

Susmiyadi, Camat Kencong membenarkan banyaknya tanaman padi dan sawah yang rusak akibat terjangan air. Tanaman padi yang langsung mati, kata dia, ada di sekitar tangkis yang jebol. “Karena sawahnya yang baru ditanami padi tertutup dengan pasir dan batu” jelasnya.

Memang, sudah ada beberapa petani yang melaporkan ke pemerintahan desa yang terdampak banjir. Tetapi hingga sekarang pihaknya masih belum menerima laporan dari kepala desa.

Sementara untuk tanaman padi yang tergenangi banjir mencapai ratusan hektare. Tetapi itu hanya terendam dan masih bisa diharapkan.

Dampak jebolnya tangkis tanggul tersebut, kata dia, tanaman padi yang puso ada di tiga desa. Total tanaman padi yang terancam dan rusak di tiga desa jumlahnya sekitar 103 hektare.

Reporter :

Fotografer :

Editor :