Roboh, Padi Dipanen Paksa

BELUM KUNING: Padi milik petani di Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, dipanen awal karena roboh.

RADAR JEMBER.ID – Sebagian tanaman padi milik petani di Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, banyak yang roboh akibat diguyur hujan. Abdillah, pemilik sawah terpaksa memanen padi tersebut sebelum bertambah rusak. Kondisi padi memang sudah tua, meski belum menguning.

Robohnya padi menurut Abdillah tidak terjadi sekaligus. Namun, terjadinya berangsur-angsur seiring dengan beberapa kali turunnya hujan. “Robohnya tidak sekaligus. Itu karena robohnya padi karena hujan, berbeda kalau robohnya oleh angin,” ujarnya.

Meski begitu, tanaman padi yang roboh membuatnya cukup rugi. Agar kerugiannya tidak terlalu besar, dia pun memanen padi yang belum sepenuhnya kuning tersebut. Dengan dipanen lebih awal, dia berharap padi yang roboh bisa menekan angka kerugiannya.

“Padi roboh sebagian besar gabahnya sudah jatuh. Kalau terlalu lama dibiarkan, maka padinya bisa habis. Makanya, walaupun kondisinya belum kuning betul, tetap saya panen. Untungnya kondisi padi sudah tua,” jelas Abdillah.

Padi yang belum menguning, menurutnya akan memberi hasil panen yang kurang baik dibanding padi kuning. Sebab, biji padi yang menguning kondisinya lebih kuat, sehingga saat digiling tidak akan terkikis dan hancur.

Sementara padi yang belum waktunya panen akan memberikan hasil padi yang lebih kecil dari biasanya. “Apabila padi sudah roboh, hampir dipastikan petaninya rugi. Kalau robohnya masih baru dan dipanen, biasanya masih banyak. Tetapi, kalau sudah berhari-hari, maka tidak ada harapan lagi. Rata-rata padinya jauh,” ungkapnya.

Abdillah mengaku, apa yang dialaminya akan menjadi pelajaran dan pengalaman bagi dirinya sebagai petani. Dia pun tidak akan nekat menanam padi jelang musim hujan ekstrem.

“Harapannya ke depan padi roboh seperti ini tidak terulang. Semoga ada rezeki lagi di lain waktu,” harapnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono