Remaja 14 Tahun Jadi Bandar Okerbaya

44
TUNJUKKAN BB: Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto didampingi kanitreskrim saat menunjukkan BB okerbaya yang diamankan dari dua tersangka.

RADARJEMBER.ID – Meskipun sudah banyak pengedar dan pengepul narkoba mendekam penjara, masih ada saja orang yang melakukannya. Kali ini petugas Polsek Tempurejo meringkus dua orang yang diduga kuat bandar dan pengedar obat keras berbahaya (okerbaya).

Yang cukup mengejutkan, salah satu bandar okerbaya tersebut masih di bawah umur, berinisial IL, 14, warga Dusun Sumberejo, Desa Pondorejo, Kecamatan Tempurejo. Sementara pengedarnya Maisun Admaja, 23, warga Dusun Perbalan, Desa Tamansari, Mumbulsari.

Keduanya ditangkap petugas di lokasi yang sama di rumah IL, Rabu (09/1) lalu, sekitar pukul 16.00. Dalam penangkapannya, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 250 butir okerbaya jenis Dextro, 800 butir Trihexyphenidyl alias Trex, sebuah tas pinggang, dua buah ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 1,950 juta hasil penjualan.

Kapolsek Tempurejo AKP M Suhartanto mengatakan, penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan bisnis tersangka IL. “Setelah mendapat informasi itu, kemudian kita melakukan penyelidikan. Saat ditangkap, IL bersama tersangka Maisun ini dalam satu lokasi, lengkap dengan barang bukti,” ujar Suhartono, kemarin.

Menurut Tanto, panggilan akrabnya, tersangka IL mengaku menjalankan bisnisnya sudah sekitar enam bulanan. Omzetnya cukup besar dan diperkirakan memiliki pembeli langganan cukup banyak. “Kemarin (Rabu) saja pas kita tangkap transaksinya sudah hampir Rp 2 juta. Padahal itu hari biasa. Mungkin kalau pas malam Sabtu dan Minggu bisa lebih besar dari itu,” katanya.

Barang bukti (BB) yang diamankan dari tangan dua tersangka ditemukan tersimpan di bawah keramik lantai rumah. Mereka sudah punya cara untuk menyimpan barang bukti. “Semua narkoba jenis okerbaya ini disimpan di bawah keramik rumahnya, ini untuk mengelabui petugas saja,” ujarnya.

Yang cukup mengejutkan, kedua orang tua IL sebelumnya pernah ditangkap karena kasus yang sama. Bahkan, sebelumnya saat dilakukan penggerebekan, ayah IL kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Jadi, ayah dan ibu IL ini sebelumnya pernah dipenjara karena kasus yang sama,” kata Tanto.

Sementara itu, tersangka Maisun sebelumnya juga pernah mendekam di Lapas Kelas IIA Jember selama 8 bulan karena kasus yang sama. Maisun berperan sebagai pengedar dan mendapat barang dari tersangka IL. “Jadi kalau pas barangnya habis, Maisun ini ambil ke tersangka IL,” ujar  Tanto.

Selama ini, para pembeli obat terlarang itu tak hanya berasal dari kawasan Tempurejo, namun beberapa wilayah kecamatan yang ada di Jember. Bahkan, tidak menutup kemungkinan para pembelinya juga berasal dari kalangan pelajar. “Kami kembangkan terus kasusnya. Kepada siapa saja obat itu dijual dan dari mana tersangka ini mendapat barangnya, masih terus kita dalami,” pungkas Tanto.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono