Kadis “Brutal” Terancam Sanksi Berat

SEMPAT MENGELAK: Bupati dan Wabup Lumajang ketika memberikan penjelasan terkait kepala dinas yang sering memukul sopirnya sendiri.

RADARJEMBER.ID – Siapa kepala dinas (kadis) yang kerap memukul sopirnya sedikit demi sedikit terungkap. Memang tidak begitu vulgar, namun insiden pemukulan itu tidak hanya terjadi sekali. Sudah sering kali. Bahkan, si sopir sempat diturunkan di Pasuruan tanpa diberi uang saku. Karena itu, Kadis yang namanya misterius itu terancam saksi berat.

Kemarin didapat kabar jika pihak Inspektorat telah merampungkan berbagai pemeriksaan. Sejumlah saksi dan pelaku sudah dimintai keterangan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) juga sudah mulai diproses. Hanya saja, penuntasannya tidak bisa tepat waktu. Jawa Pos Radar Semeru mendapat kabar jika pemeriksaan bakal dikembangkan. Tidak hanya pada satu kasus ini saja. Melainkan pada perkara perlakuan pada sopir-sopir lainnya.

Memang dari kejadian ini, bupati dan wabup tidak berkenan mengungkap masalah ini meskipun sudah ada laporan masuk berupa pengaduan tertulis. Tapi, usai pelantikan penjabat Sekda, bupati dan wabup diberondong pertanyaan oleh sejumlah wartawan.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan birokrasi, bupati selalu menyerahkan wawancara pada Wabup Ir Hj Indah Amperawati. Wabup Indah  Amperawati sempat menghindari diwawancarai perihal ini. ”Ini kan pelantikan Sekda ya, jadi gak ada kaitannya dengan itu (pemukulan, Red),” kelitnya. Namun, setelah dikabari akan ada gerakan dari para sopir, akhirnya wabup yang disapa Bunda Indah ini tidak punya pilihan.

“Begini. Ada pengaduan yang beberapa hari lalu yang ditujukan pada bupati dan saya, terkait perlakuan seorang Kepala Dinas, Eselon II yang sering. Berati tidak hanya sekali, tapi lebih dari sekali. Dia melakukan kekerasan sampai memukul,” katanya.

Indah tidak membeberkan pemukulannya. Apakah ditonjok, ditempeleng atau digebuk. “Tapi apa pun itu, tidak pantas dilakukan Eselon II. Walaupun tidak berbekas tapi itu karakter emosional yang tidak boleh dimiliki pejabat setingkat Eselon II maupun pejabat lain,” katanya.

Kejadian ini ditindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan. Sebab pemerintahan ini birokrasi dan administrasinya harus dilalui. “Tahapan pemeriksaan harus dilalui sampai konfrontasi. Akhirnya diambil kesimpulan nanti. Tidak lama, segera,” tambahnya. Dan pemeriksaannya pun kata dia tidak akan lama. Karena tidak butuh hal-hal yang rumit.

Wabup yang juga ketua DPC Partai Gerindra ini mengaku akan membicarakan dulu. Dibentuk tim pemeriksa dulu. “Karena SOP-nya begitu,” tambahnya. Berlangsungnya pemukulan itu agak lama. “Tapi rupanya tidak tahan sopir ini, akhirnya menulis surat. Berlangsung agak lama. Dan terakhir rumor yang didengar dua atau tiga hari lalu terjadi lagi setelah bersurat,” jelasnya.

Sempat ditanya dinas mana dan siapa nama sopirnya? Cak Thoriq dan Bunda Indah kompak merahasiakan. “Ben koyok inisial R-nya Vanessa iku loh rek,” sahut Cak Thoriq bercanda yang membuat semua wartawan tertawa.

Wabup kembali melanjutkan bahwa kepala dinasnya pasti merasa. Sopirnya juga merasa. “Yang senyum-senyum itu bukan pelaku pemukulannya. Tapi yang tidak senyum-senyum mungkin itu,” candanya.

Apa konsekuensinya? Indah menegaskan sanksinya berat. Bupati menekankan semua pejabat untuk menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

Wartawan Jawa Pos Radar Semeru sempat mencari bocoran siapa kepala dinas yang memukul itu pada pejabat eselon 2 atau salah satu kepala dinas. “Memang iya. Pernah sopirnya ditinggal di Pasuruan. Diturunkan di sana tidak dikasih uang saku. Kasihan sopirnya,” jawab salah seorang kepala dinas tersebut. Sikap itu tidak bisa dia bela meskipun sesama kepala dinas.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Narto