Sebelum Meninggal Sempat Dirawat di RS Jember Klinik

BERDUKA: Papan ucapan duka cita atas meninggalnya Nyai.Hj.Nihayah Ahmad Shiddiq terus berdatangsn.

RADAR JEMBER.ID – Sebelum meninggal,Nyai. Hj.Nihayah Achmad Siddiq sempat dirawat di RS Jember Klinik karena sakit.

Tentu saja, meninggalnya Nyai. Hj.Nihayah Achmad Siddiq Kamis (10/1/2019) pukul 21.21 WIB ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Jember.

Menurut Gus Firjon, putra almarhumah Nyai.Hj.Nihayah Ahmad Shiddiq, almarhumah meninggal dunia di usia 87 tahun.
“Sikap dan perilaku beliau itu yang membuat putra-putrinya terkesan. Beliau selalu memberikan contoh kebaikan dan itu luar biasa sekali,” jelas Gus Firjon.

Putra kesebelas almarhumah Nyai.Hj.Nihayah Achmad Siddiq itu lantas memberikan contoh, ibundanya tekun beribadah. Hal itu mau tidak mau, membuat putra-putrinya meniru perilaku almarhumah.

Meninggalnya Nyai.Hj.Nihayah Achmad Siddiq itu langsung menyebar luas. Tak heran mereka yang dulunya pernah menjadi santri di Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra Talangasari Jember itu, turut takziah dan mengantarkan almarhumah ketempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di Jalan HOS Cokroaminoto Gang Panili tak jauh dari rumah duka.

Mereka berdatangan dari berbagai kota seperti Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Malang, dan berbagai kota lain di Indonesia.

Puluhan karangan bunga,ucapan turut berduka cita, terpampang di halaman rumah almarhumah. Karangan bunga itu berasal dari Menteri Ketenegakerjaan RI M. Hanif Dhakiri, Bupati Jember dr.Hj. Faida, MMR, Wakil Bupati Jember Drs. KH.Abdul Muqit Arief, Gubernur Jawa Timur terpilih Chofifah Indar Parawansa, Bupati Bondowoso Drs.KH. Salwa Arifin serta dari petinggi partai politik di tanah air seperti Surya Paloh dan Romahurmuzy.(*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Winardi Nawa Putra