Sepuluh Bulan Beroperasi Tanpa Ada Izin

Stockpile Rian Dipastikan Ilegal

55
BIKIN MUNTAB BUPATI: Bupati Thoriqul Haq dan Kapolres Lumajang AKBP Dr M Arsal Sahban ketika melakukan sidak di lokasi stockpile milik Rian. 

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Kabar bahwa Rian, teman kencan Vanessa Angel adalah bos stockpile di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh langsung direspons jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Lumajang. Stockpile yang diduga milik Rian disidak Bupati Thoriqul Haq, kemarin (9/1). Hasilnya benar-benar mengejutkan. Stockpilenya ilegal, dan sudah beroperasi lebih dari 10 bulan.

Sekitar pukul 15.00, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML didampingi Kapolres Lumajang AKBP Dr M Arsal Sahban datang ke lokasi. Setelah menggelar rapat satgas antimaling sapi, rombongan dengan tujuh mobil menuju lokasi stockpile.

Seperti biasa, kedatangan keduanya yang tak disangka membuat karyawan dan pengurus stockpile kebingungan. Terlebih lagi ketika Cak Thoriq, sapaan akrab bupati, langsung mengecek administrasi. Mulai SKAB asal pasir didapat, kerja sama dengan IUP OP, hingga legalitas izin.

Ada sedikitnya empat karyawan di sana yang kebingungan. Saling lempar. Bahkan, ada yang menyebut pengurusnya ada di Jakarta Pusat. “Benar stockpile ini milik Rian?” tanya Cak Thoriq. Salah seorang karyawan membenarkan. “Mana sekarang Rian?” tanya Kapolres AKBP Dr M Arsal Sahban menimpali.

Salah seorang pengelola stockpile mengaku bernama Rian. Tetapi dia mengelak jika dia pemiliknya. Ketika ditanya pemiliknya siapa, dia menyebutkan adalah Bapak Rian. “Panggil, mana Pak Rian pemiliknya?” tanya Cak Thoriq.

Dia mengatakan, bosnya itu tidak di Lumajang. “Di Jakarta Pak. Saya disuruh ngurus ini (stockpile, Red). Jarang ke sini,” jawabnya. Rian juga sempat kelimpungan dan tersenyum malu ketika wartawan bertanya soal Rian adalah teman kencan Vanessa. “Gak ada di sini Pak. Di Jakarta,” sambungnya.

Cukup lama Cak Thoriq dan kapolres mengobok-obok administrasi stockpile tersebut. Sejumlah temuan juga didapatkan, yang membuat Cak Thoriq membanting sejumlah berkas yang tidak berkaitan dengan perizinan. “Iki opo-opoan iki! Kerjo 10 wulan gak enek izine. Sing genah awakmu. Iku pasir sakmunu akehe tibakne gak izin,” amuknya setelah membanting berkas.

Kapolres juga demikian. “Yang bener ya. Payah ini, ternyata tidak ada izinnya,” sambungnya yang membuat suasana berubah jadi tegang.

Rian tambah bingung. “Katanya Pak Rian, izinnya masih diproses. Gak papa katanya Pak,” jawabnya. Hal itu bikin muntab bupati dan kapolres.

Di saat itulah, dipastikan stockpile atas nama PT Vivamas Adipratama itu tidak ada izin, ilegal. Banyak temuan yang didapat. Termasuk kendaraan yang tidak ada surat-surat dan juga lahan stockpile adalah lahan pemerintah desa.

Rian Marian Hidayat, pengelola stockpile yang awalnya malu-malu menyebut bos stockpile akhirnya berhasil diwawancarai sejumlah wartawan. Sangkaan bahwa stockpile-nya dibekingi orang kuat dia bantah. Dia menuturkan tidak ada beking orang kuat di kepolisian meskipun lebih 10 bulan beroperasi tanpa izin.

Dia juga mengutarakan siapa pemilik stockpile itu. “Yang punya bukan saya, ada lagi Pak. Namanya Rian juga. Pak Rian panggilannya. Tapi bukan yang dikaitkan dengan Vanessa,” bantahnya.

Namun, ketika disuruh menghubungi Rian pemilik stockpile, dia tidak bisa menyambungkan dengan bupati dan kapolres. Bahkan, ketika ditanya wartawan apakah ada kontak terakhir, dia mengaku tidak bisa dihubungi. “Setelah rame Vanessa tidak ada kontak sama sekali dengan Pak Rian. Benar tidak ada kontak,” tegasnya.

Dia mengaku bukan adik Rian bosnya. Hanya rekan kerja dari pamannya yang merupakan teman Rian. “Om saya rekan kerjanya Pak Rian. Saya ditugaskan di sini untuk ngurus stockpile ini. Saya Rian Marian Hidayat,” pungkasnya.

Setelah melakukan sidak di tempat tersebut, sidak berlanjut di stockpile lainnya. Ada dua stockpile tambahan yang disidak. Satu diketahui memiliki izin resmi dan sirkulasi SKAB yang tertib, sementara satunya meragukan. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Narto