Penyusunan DPTb Berakhir 3 Maret

12
TEGAS: Komisioner KPUD Jember memberi penjelasan terkait proses DPTb/DPK di Aula KPUD Jember.

RADAR JEMBER.ID – Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk Pemilu 17 April mendatang terus digodok KPUD Jember. Proses DPTb yang ditangani panitia pemungutan suara (PPS) di masing-masing desa di Kabupaten Jember akan berakhir pada 3 Maret nanti.

Komisioner KPUD Jember, Rima Diana Puspita menegaskan, proses DPTb bisa dilakukan oleh PPS dan KPUD (bukan KPPS seperti diberitakan sebelumnya). “Proses DPTb ada pada PPS dan KPUD. Untuk KPPS tidak, karena belum terbentuk dan PPK tidak karena hanya menerima data dari PPS untuk dilanjutkan ke KPUD,” bebernya.

Rima yang membidangi divisi perencanaan, data, dan informasi memerinci, dalam hal DPTb, PPS hanya berwenang mengeluarkan atau memberi formulir A-5 kepada warga yang mengajukan untuk pindah memilih ke daerah lain. Formulir A-5 untuk pindah memilih ke luar daerah juga bisa dikeluarkan oleh KPUD Jember.

Sementara itu, untuk warga yang pindah datang dari luar kota, harus melapor kepada KPUD. “Syaratnya nama seseorang yang melakukan proses DPTb atau pindah memilih harus masuk DPT,” ucapnya saat ditemui wartawan Radar Jember.

Apabila ada warga yang melakukan pindah memilih tetapi tidak melalui proses tersebut, maka warga bersangkutan wajib melapor kepada KPUD tujuan. Dengan syarat, warga tersebut masuk dalam DPT dan membawa KTP-el atau surat keterangan dari dispendukcapil.

“Tahapan DPTb pada PPS berakhir tanggal 3 Maret. Kemudian, tanggal 4-9 Maret dilakukan rekapitulasi di PPK. Sedangkan rekapitulasi dan penetapan DPTb di tingkat KPUD akan dilakukan pada 10-12 Maret. Selanjutnya, tanggal 13 Maret sudah harus ada di KPUD Provinsi,” urainya.

Secara keseluruhan, tahapan DPTb hanya dilakukan sekali saja. Itu berbeda dengan proses daftar pemilih khusus (DPK) yang memiliki tiga tahapan. Warga yang namanya tidak masuk DPT tetapi memenuhi syarat, tidak wajib melapor seperti halnya proses DPTb.

Menurut Rima, DPK ke-1 berakhir di tanggal 6 Januari lalu dan saat ini proses DPK ke-2 sampai 16 Maret. Sedangkan untuk DPK-3 dilaksanakan mulai 18 Maret sampai 10 April. Selain tidak wajib melapor pada ketiga tahap tersebut, warga yang masuk kategori DPK bisa datang langsung ke TPS yang sesuai dengan KTP-el yang dimiliki warga. “DPK tidak wajib lapor, bisa datang ke TPS sesuai KTP dan bisa mencoblos pada pukul 12.00 sampai 13.00,” pungkasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, proses DPTb bisa dilakukan di KPPS tetapi sebenarnya ke PPS. Proses DPTb hanya bisa dilakukan oleh warga yang pindah memilih dengan alasan tertentu. Misalnya sedang menjalankan tugas saat pelaksanaan, ada di penjara, dan pindah domisili. Sementara DPTb tidak berlaku bagi warga yang niat liburan. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Hadi Sumarsono