Kolam Lele Ilegal Dibongkar Paksa

Menjadi Penyebab Banjir

DIBONGKAR: Kolam ikan lele ilegal milik Lukman Hidayat, warga Dusun Sumpilan, RT 4 RW 3, Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo dibongkar Satpol PP.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Puluhan petugas Satpol PP bersama tim UPT Pengairan Botolinggo membongkar kolam lele di Dusun Sumpilan, Desa Lumtan, Botolinggo, kemarin (9/1). Pembongkaran itu dilakukan karena kolam tersebut ilegal.

Kabid Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Abdul Manan mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan pembongkaran. Sebab, bangunan kolam tersebut melanggar Pasal 49 dan Pasal 72 sampai Pasal 75 Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Irigasi. “Pembongkaran oleh Satpol PP Kabupaten, didasari oleh laporan warga RT 04 dan RT 05, RW03 yang merasa keberatan  terkait keberadaan kolam lele, karena menyebabkan banjir di sekitar lokasi bangunan dan di sisi hilir saluran air tersebut,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebelum dilaporkan ke Satpol PP Kabupaten, permasalahan tersebut sudah pernah dimediasi. Bahkan berkali-kali. Mediatornya adalah Pihak Muspika Kecamatan Botolinggo. Pihak yang terlibat mediasi adalah kepala desa, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sumber Daya Air SDA Wilayah Kerja Kecamatan Prajekan, ketua RT 04 dan RT 05, Ketua RW 03, pemilik kolam, dan tokoh masyarakat. “Pada mediasi di tingkat kecamatan, pemilik kolam menyadari kesalahan dan bersedia melakukan pembongkaran bangunan  kolam lele miliknya paling lambat 1 Desember 2018. Namun ternyata meleset,” jelasnya.

Padahal, pernyataan kesanggupan bersedia membongkar bangunan dibuat di atas meterai. Selanjutnya, karena sampai dengan batas waktu yang ditentukan, yakni 1 Desember 2018 pemilik kolam tidak juga melakukan pembongkaran, maka pada tanggal 6 Desember 2018 pihak UPT PUPR SDA Wilker Prajekan melakukan pembongkaran bangunan tersebut. “Namun dihentikan oleh pemilik kolam,” ujarnya.

Padahal, prosedur pembongkaran itu, sebelum pihak UPT melakukan pembongkaran, sudah didahului dengan surat pemberitahuan. Karena saat pembongkaran oleh UPT terjadi perlawanan dari pemilik kolam, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak UPT mengirim surat ke Satpol PP dengan lampiran surat pengaduan dari warga dan  pernyataan kesanggupan dari pemilik kolam untuk membongkar kolamnya.

Setelah menerima surat dari UPT PUPR SDA Wikler Kecamatan Prajekan, Satpol PP turun ke lokasi untuk melakukan investigasi. Tepatnya pada 20 Desember 2018. Satpol PP menginventarisasi permasalahan dan mengakomodasi keluhan warga. Langkah Satpol PP saat itu adalah melakukan upaya mediasi akhir dengan mengundang Forpimka Botolinggo, Kepala Desa Lumutan, pemilik Kolam, perwakilan manajemen PG Prajekan, ketua RT. 04 dan RT. 05 RW. 03 Dusun Sumpilan, Desa Lumutan, serta seorang tokoh masyarakat. “Mereka kami undang rapat  di ruang rapat staf ahli bupati dengan dipimpin saya, Abdul Manan Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat pada Satpol PP Kabupaten Bondowoso,” jlentrehnya.

Pada pertemuan itu, dihasilkan kesepakatan pada 9 Januari 2019, Satpol PP melakukan eksekusi pembongkaran bangunan tersebut dengan menerjunkan 28 anggota dibantu 5 orang Satpol PP Kecamatan dan dibantu 62 orang tenaga teknis dari PUPR UPT SDA Wilker Prajekan. Pembongkaran itu disaksikan Pihak Forpimka Botolinggo dan dipantau oleh dua orang anggota Intelkan Polres Bondowoso. “Kegiatan eksekusi pembongkaran bangunan berjalan dengan kondusif,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bangunan kolam lele ini dibongkar Satpol PP karena berada di atas sempadan saluran  suplisi/pembuang PEH milik UPT PUPR SDA Wilayah Kerja Prajekan. (*)

Abdul Manan for Radarjember.id

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Istimewa

Editor : Narto