Terkesan Ademnya Lumajang

Ananda Salsabila Kenyo Sarasati

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Kota Lumajang yang adem membuat kerasan Ananda Salsabila Kenyo Sarasati, siswi SMK Muhammadiyah Lumajang. Perempuan kelahiran Sidoarjo, 26 September 2001 mengaku senang dengan Lumajang yang tidak bising seperti Kota Surabaya. Sebelumnya, Ananda Kenyo, sapaan karibnya, tinggal di Kota Surabaya yang padat dan penuh kebisingan.

Alumnus SMPN 28 Surabaya itu mengaku senang tinggal di Kota Pisang. Putri pasangan Kuncoro Yuwono dan Dwi Puji Astuti ini pindah dari Surabaya ke Lumajang sejak 2016 lalu. Kini menjadi Ananda Kenyo. “Sebelum di Lumajang, 15 tahun hidup saya dihabiskan di kota Surabaya. Ya, kota itu menyimpan banyak kenangan yang tak akan lekang oleh waktu bagi saya,” katanya.

Tapi, sejak menapaki perjalanan hidup di Lumajang 2016 lalu, dia mengaku tertambat hatinya pada Lumajang. “Pertama kali ketika menginjakkan kaki di Lumajang saya terkesan. Wah, ternyata Lumajang iki adem ayem, menyenangkanungkap perempuan yang beralamat di jalan Arjuna, Kelurahan Tompokersan, Lumajang ini.

Dia mengutarakan kondisi cuacanya juga. Menurutnya, di Lumajang udaranya sejuk dan dingin. “Emang gak bisa dibandingin di mana pun. Selain itu, di Lumajang masih banyak terhampar lahan persawahan yang pastinya menambah kesan hijau nan asri. Penduduk di kota ini juga terbilang belum padat. Lalu lintasnya pun bebas dari kemacetan,” paparnya.

Dia merasa tidak salah menerima tawaran dari kedua orang tuanya. Awal memang dia merasa ragu-ragu. Sekadarnya saja ia menerima tawaran kepindahan dari orang tuanya. “Yah, mungkin di sana aku bakalan nemuin teman, pengalaman, dan cerita baru,” katanya. Ternyata yang didapatkan aktivis GSNI dan jurnalis pelajar Lumajang ini lebih dari semua itu. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Narto