Urai Sampah Organik, Ternak Lalat Tentara Hitam

DIBUDIDAYAKAN: Program Studi (Prodi) Agroteknologi dan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember mengajarkan cara budidaya Lalat Tentara Hitam (Black Soldier Fly) untuk mengurai sampah organik.

RADARJEMBER.ID – Membudidayakan Tentara Lalat Hitam untuk mengurai sampah organik. Itulah yang kini dilakukan Program Studi (Prodi) Agroteknologi dan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Mereka Lalat Tentara Hitam (Black Soldier Fly) untuk mengurai sampah organik.

Adalah Irwanto Sucipto, Listya Purnamasari, Wildan Muhlison, dan Nurul Pratiwi, keempatnya adalah tenaga pengajar di fakultas tersebut.

Menurut Listya Purnamasari SPt MSc, alasan mengembangkan lalat tentara hitam untuk mengatasi permasalahan sampah organik.

“Ide untuk mengembangkan lalat tentara hitam muncul saat diskusi kecil di ruang dosen November 2017 lalu. Ternyata, lalat memiliki banyak manfaat bagi manusia. Salah satunya untuk mengurai sampah organik.

“Lalat Tentara Hitam itu bukan jenis lalat biasa. Lalat ini memiliki anti bakteri di tubuhnya dan tidak menyebarkan penyakit,” tegas Listya.

Ditambahkan oleh Listya, Lalat Tentara Hitam itu dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jember menggunakan rumah kaca.

“Program pengembangan Lalat Tentara Hitam ini berhasil, terbukti. Saat ini jumlahnya mencapai ribuan ekor,” jelas Listya.

Sementara itu, Wildan Muhlison, salah seorang yang terlibat langsung pemeliharaan Lalat Tentara Hitam mengungkapkan, lalat hitam itu memiliki umur pendek 45 hari.

“Selama menjalani siklus hidup, Lalat Tentara Hitam tersebut mampu berkembang biak menghasilkan lalat dan itu jumlahnya jutaan ekor,” ungkap Wildan.

Lalat Tentara Hitam ini tidak sekedar untuk mengurai sampah organik, namun larvanya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ikan, ayam burung dan hewan reptil.

Untuk mendongkrak popularitas Lalat Tentara Hitam itu, Fakultas Pertanian Universitas Jember melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini agar mereka bisa membudidayakan sendiri serangga tersebut. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Winardi Nawa Putra