Penambang Berang, Minta Polisi Beber Jati Dirinya

Rian Coreng Nama Lumajang

KENAL RIAN: Jamal Alkatiri, salah satu pengusaha tambang resmi di Lumajang membeberkan sosok Rian. Dia mengaku malu jika Rian disebut warga Lumajang, karena bukan orang Lumajang

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Nama Rian lagi populer di Indonesia, tak terkecuali di Lumajang. Banyak masyarakat Lumajang lagi memperbincangkannya. Meski bukan warga Lumajang, Rian disebut-sebut bos pengusaha stockpile atau penimbun pasir di Lumajang. Ulah Rian, yang disebut polisi sebagai teman kencan Vanessa Angel, membuat warga, terutama penambang resmi di Lumajang, berang.

Kemarin, sejumlah pengusaha tambang Lumajang membeberkan siapa Rian sebenarnya. Bukan hanya disebut pernah melakukan tambang ilegal (illegal mining). Tapi juga  disebut pernah punya stockpile ilegal.

Sejak diberitakan dan ramai di medsos, sejumlah meme dan guyonan di medsos terus menggelinding. Bahkan, di WA grup makin gencar. Ternyata, di kalangan pengusaha tambang, nama Rian juga diperbincangkan. Tidak asing lagi ternyata.

Salah satunya di mata Jamal Alkatiri, penambang pasir resmi di Lumajang. Dia menolak mentah-mentah jika Rian disebut warga Lumajang. “Bukan! Dia orang Jakarta. Gak ada orang Lumajang kayak gitu,” katanya. Rian, kata dia, kerap kongkow di depan Balai Desa Lempeni tempat stockpile-nya.

Dia juga menegaskan, Rian bukan pengusaha tambang. Tapi pengusaha stockpile. Bos besar penyuplai pasir ke Waskita dan tol. “Bukan penambang dia. Penambang itu berizin namanya. Tapi usahanya dia banyak. Ada batu bara juga,” jelasnya.

Bahkan, saking banyaknya usahanya, kata Jamal, Rian cs pernah menambang ilegal di kawasan Tempeh. Sering juga mengandalkan kenalannya yang jenderal dan pejabat tinggi negara. Apalagi anak buahnya, Jamal menyebut, selalu berkoar-koar dekat dengan aparat.

Jamal menyebutkan, anak buah Rian banyak juga yang dia kenal. Ada yang nama panggilannya Kirun, Salim, dan lainnya.  “Kalau anak buahnya kerja, Rian hanya duduk-duduk di situ, melihat itu kirim apa enggak. Dia penyuplai material jalan tol. Ngerajai kalau urusan itu dia,” katanya. Menurutnya, untuk urusan permainan suplai material tol, Rian punya banyak akses.

Dia mengaku, Rian panggilannya Rianto. Pernah kerja sama mengambil pasir pada Jamal. Bahkan, memasang alat berat di lokasi tambangnya. “Saya nyewa alat berat, hanya dua alat beratnya. Sekarang ndak tahu di taruh mana. Putus kontrak sama saya sudah lama. Terakhir ketemu tiga bulanan lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Nanang Hanafi, penambang pasir lainnya menjelaskan jika gaya hidup Rian itu memang berlebihan. “Jangankan 80 juta, 100 juta saja dibeli sama dia. Lawong pemain batu-bara juga,” katanya.

Sempat ditanya apakah dia pernah diajak “begituan” sama Rian, dia mengelak sambil tertawa lebar. “Ojok guyon rek. Endak, endak rek. Endak,” katanya. Jamal menyahut. “Lawong mari diajak ngunu loh. Kan pernah diajak nambang maksute,” candanya.

Dia menegaskan, dengan kelakuan Rian seperti itu, banyak penambang pasir Lumajang yang dirugikan. “Nama penambang tercoreng gara-gara Rian ini. Bukan warga Lumajang lagi. Jadi malu warga Lumajang,” katanya.

Lepas dari semua itu, dia berharap kepolisian juga membeber masalah Rian ini. Itu supaya tidak makin melebar dan gaduh. Sekaligus agar sosok Rian ini tidak misterius lagi. “Pihak kepolisian juga perlu bergerak cepat mengungkapkan sosok Rian. Biar nama Lumajang dan pengusaha tambang pasir di Lumajang tidak dirugikan. Tidak kena getahnya,” ujarnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Narto