Status Masih Normal, Waspada Level II

Muntahan Semeru Meluber ke Jalan

100
DIBERSIHKAN: Sejumlah warga ketika membersihkan jalur lintasan yang dipenuhi material Gunung Semeru setelah hujan lebat.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Aktivitas Gunung Semeru belakangan ini memang menunjukkan peningkatan. Bukan larva pijar, tetapi muntahan lahar dingin dari puncak Semeru yang mengalir ke bawah.

Bahkan, muntahan lahar dingin meluber ke jalan lintasan yang menghubungkan dua kecamatan. Akibatnya, lintasan tersebut tidak hanya dipenuhi lahar dingin, tetapi juga batu-batu besar.

Pantauan Radarjember.id, aktivitasnya Gunung Semeru tidak ada peningkatan yang signifikan. Ada beberapa letusan memang yang berbeda dengan biasanya. Namun, hal tersebut masih dalam batas normal.

Namun, pekan kemarin ada yang bikin heboh. Sebab, diketahui ada material batu yang sampai meluber ke jalur lintasan warga. Sampai-sampai memutus akses antara Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Candipuro.

Samirin, warga setempat mengakui jika kondisi itu kadang terjadi. Akibatnya, warga setempat harus bergotong royong atau kerja bakti membersihkan jalur lintasan tersebut. Mereka bergotong royong membersihkan batu-batu besar yang menutup akses  jalan alternatif. Memang ada jalan lain, tetapi jalan alternatif ini lebih cepat jadi penghubung dua kecamatan.

Dia menjelaskan, batu- batu itu muntahan material Semeru itu menutup jalan setelah terbawa banjir lahar dingin. “Jarang-jarang sampai begini. Ini mungkin karena hujan di puncak terlalu deras,” katanya.

Proses pembersihan material itu memakan waktu cukup lama. Sebab, ukuran batu cukup besar, sehingga sulit untuk dibuang ke bawah. Warga mengaku tidak memerlukan alat berat, tetapi material batu besar yang menutup jalan itu harus didongkel.

Sementara itu, dari laporan Suparno, petugas pemantau pos Gunung Sawur dari Badan Geologi, PVMBG, yang mengamati perkembangan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini diterima BPBD Lumajang dalam kondisi normal. Dalam seharian kemarin, cuaca terpantau cerah. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 23-24 derajat celsius.

Wawan Hadi Siswo, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang menerangkan jika visual Semeru cukup jelas dengan mengeluarkan asap yang memang tidak teramati detail. Aktivitas kegempaannya pada letusan mencapai 39 kali dengan amplitudo 10 hingga 24 mm dan pada durasi 50-125 detik.

Embusannya sebanyak 8 kali dengan amplitudo 2 hingga 4 mm dengan durasi 25 sampai 50 detik. Ada juga gempa tektonik jauh. Tetapi tidak berbahaya. Terjadi sebanyak dua kali dengan amplitudo 8 hingga 16 mm, pada 45-55 detik, durasi 120 sampai 125 detik.

Dia menyimpulkan, gunung dengan ketinggian 3676 mdpl itu masih normal. “Tingkat aktivitas Semeru normal. Statusnya level II atau waspada. Tapi tetap disarankan pendakian sampai Kalimati. Masyarakat  disarankan tidak melakukan aktivitas 4 kilometer dari puncak, dikawatirkan awan panas yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” jelasnya.

Dengan seringnya terjadi lahar dingin, dia mengimbau agar warga yang berada di kawasan bantaran sungai selalu berhati-hati. “Masyarakat yang bermukim di dekat bantaran Sungai Besuk Bang, Kembar, Kobokan, dan Besuk Sat harus selalu waspada terhadap bahaya banjir. Dikhawatirkan di puncak terjadi hujan lebat yang membawa material Semeru,” pungkasnya. (*)

BPBD Lumajang for Radarjember.id

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Istimewa

Editor : Narto