Siapkan Penjaga dan Tambah Rambu

Diponegoro Searah ke Sultan Agung

42
DISEKAT: Kondisi jalan Diponegoro yang masih dibagi dua yakni sisi selatan dan utara bertemu di pertigaan Jalan Gatot Soebroto Jember nantinya akan jadi searah.

RADAR JEMBER.ID – Kajian mengenai rencana pengalihan arus dari Gatot Subroto-Kartini-Trunojoyo dilakukan serius. Bahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menyiapkan beragam scenario mendukung rencana pengalihan itu. Selain penataan parkir Jalan Kartini, juga perubahan arus di Jalan Diponegoro ke Sultan Agung.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jember Leon Lazuardi mengungkapkan, untuk mendukung rencana pengalihan, pihaknya melakukan kajian efek samping yang bakal terjadi. Di antaranya munculnya titik kemacetan baru di kawasan Kartini, serta tersumbatnya arus kendaraan sebelum area Pasar Tanjung.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan skenario tambahan guna mengurai kepadatan arus lalu lintas di ujung Jalan Trujonojoyo tersebut. “Jika pengalihan arus Gatsu-Kartini-Trujoyo diterapkan, maka jalur dari Diponegoro tidak lagi berbelok ke Gatsu, melainkan lurus langsung ke Sultan Agung,” katanya. Leon menerangkan, skema arus lalin ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di ujung Trunojoyo.

Oleh karenanya, pengendara yang akan menuju ke kawasan kota, seperti alun-alun dan pemkab, bisa melalui jalur baru tersebut. Tanpa berdesak-desakan di perempatan Kartini, atau berputar melalui Jalan Sentot-Gajahmada. “Jadi, pengendara bisa potong kompas melalui Diponegoro langsung ke Sultan Agung,” paparnya.

Sekilas, skenario tambahan antisipasi kemacetan di Trunojoyo ini bisa menjadi solusi. Apalagi selama ini, aktivitas kendaraan yang berada di jalan kawasan Mutiara Plaza cukup sepi. Karena banyak kendaraan yang menuju kota melewati Kartini, dampaknya terjadi kepadatan arus ketika jam-jam sibuk. Utamanya di kawasan sekolah dan Polres Jember.

Setelah diterapkan perubahan arus lalin, kendaraan yang semula lewat Kartini akan lurus ke Trunojoyo. Jika tak diantisipasi dengan sudetan baru di Diponegoro-Sultan Agung, maka diprediksi sumbatan arus berada di perempatan Kartini. Sebab, kendaraan yang dari arah Ahmad Yani dan Trunojoyo yang melalui Diponegoro, akan bertemu di perempatan dekat polres tersebut.

Oleh karenanya, Leon menambahkan, jika skema Diponegoro-Sultan Agung ini diterapkan, maka harus ada petugas yang berjaga di pertigaan Diponegoro-Gatsu. Penjagaan yang sama juga dibutuhkan di simpang tiga Sultan Agung-Diponegoro atau simpang Pos Polisi 09. Penjagaan ini dilakukan sampai masyarakat benar-benar akrab dengan perubahan jalur tersebut.

“Selain itu, nantinya juga akan dipasangi rambu-rambu, serta sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat,” jelasnya. (*)

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Rangga Mahardhika