Ada Medan Magnet, Apa Benar?

18
TETAP WASPADA: Pengendara dengan leluasa melintasi jalur kereta api di perlintasan Jalan Mawar. Anggapan terdapat medan magnet di perlintasan kereta api yang menyebabkan kendaraan mogok saat melintas ternyata belum bisa dijabarkan secara ilmiah.

RADAR JEMBER.ID – Anggapan adanya medan magnet saat kereta api melintas dan mengakibatkan mesin mati dipercaya sebagian besar oleh masyarakat. Bahkan, tidak sedikit pengendara memilih menjauh, sejauh mungkin saat kereta lewat atau memilih ngebut saja saat melintasi jalur kereta api.

Nyatanya, anggapan adanya medan magnet dan mematikan mesin kendaraan tersebut tidak bisa dijabarkan. Bahkan, menurut Manager Humas PT KAI Daop IX Jember Lukman Arief, persepsi medan magnet yang ditimbulkan kereta lewat itu tidak benar.

“Mesin mati karena ada medan magnet dari kereta yang lewat. Itu tidak benar, sampai sekarang tidak ada penjabaran secara ilmiah,” imbuhnya.

Sebagai pegawai PT KAI, Lukman tidak pernah mendengar apa pun tentang medan magnet yang ditimbulkan dari internal PT KAI. “Kalau ada yang bisa menjabarkan secara ilmiah, KAI membuka lebar-lebar siapa yang bisa menjabarkan. Kami akan berterima kasih jika itu ada. Sampai sekarang belum ada penjabaran secara ilmiah tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, medan magnet di jalur kereta api yang ditimbulkan karena kereta lewat tersebut hanya dikait-kaitkan saja dengan kecelakaan mobil dengan kereta api yang terjadi di perlintasan kereta saja. Bagi Lukman, jika memang ada medan magnet, tentu elektronik rumah-rumah yang berada di dekat perlintasan kereta api akan rusak.

Lukman menjelaskan, mobil yang tiba-tiba mati atau mogok saat di perlintasan kereta, penyebab utamanya sebetulnya panik. “Karena panik, sopir itu bingung menghidupkan mobil,” tuturnya. Semisal ada pun, tentu tidak hanya mobil yang mesinnya mati. Tapi mesin kendaraan roda dua juga ikut mati. “Motor mana ada yang mati saat menerobos perlintasan kereta. Kalau ada medan magnet, seharusnya mesinnya mati. Jadi penyebab utama kecelakaan mobil di perlintasan kereta itu karena panik,” paparnya.

Kepanikan pengendara itu bisa terjadi kapan saja dan juga tidak bisa diatasi secara cepat pula. Dia mempertegas, jangan sekali-kali mencoba menerobos perlintasan kereta api jika ada kereta api yang akan lewat. (*)

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono