Terjerat Kasus di Probolinggo, Fokus Pemilu

Wawancara Eklusif bersama Supriyanto

23

Ketua DPC Gerindra Bondowoso Supriyanto dinyatakan Polres Probolinggo sebagai tersangka kasus penipuan, namun tidak ditahan. Radarjember.id berhasil melakukan wawancara dengan Supriyanto. Ia adalah Anggota DPRD Bondowoso sekaligus Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi di Bondowoso. Begini penuturannya.

 

  • Apa pendapat Anda ketika Anda dinyatakan sebagai tersangka oleh Polres Probolinggo?

Pertama tentunya saya akan mematuhi hukum. Kami sangat kaget mendengar penetapan tersangka itu. Sebab, kasus ini adalah kasus pada 2013. Tepatnya saat saya masih dinas di Angkatan Laut. Saya melihat ini ada kaitannya dengan politik. Sebab, saya saat ini menjadi Ketua DPRD Bondowoso, Ketua DPC Gerindra Bondowoso sekaligus sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi.

  • Bagaimana Anda kenal Ainul Yaqin yang melaporkan Anda ke Polres Probolinggo?

Saya kenal baik dengan Ainul Yaqin. Pertemuan saya diawali ketika bisnis berlian. Saya bersama Ainul Yaqin dan almarhum Ismail Hidayat (pria yang dibunuh Dimas Kanjeng) ke Jakarta. Di sela bisnis berlian itu, saya bersama Ainul Yaqin bertemu dengan Sugeng Ismoe. Terjadilah perbincangan bisnis lain. Saat itu, Ainul Yaqin berbincang langsung dengan Sugeng Ismoe. Di situ ada perbincangan bisnis lain tentang investasi di bidang usaha konstruksi.

Ainul Yaqin akhirnya investasi ke Sugeng Ismoe. Namun, Sugeng Ismoe tidak mau jika uang milik Ainul Yaqin ditransfer langsung ke dia. Akhirnya melalui saya. Namun, semua uang itu saya serahkan langsung ke Sugeng Ismoe. Sugeng Ismoe yang merupakan orang Jakarta, sering kali mengajak bertemu saya.

Di buku rekening saya, ada bukti transfser dari Ainul Yaqin sekitar Rp 300 juta. Dan uang itu saya berikan ke Sugeng Ismoe. Atas kesepakatan Ainul Yaqin dan Sugeng Ismoe.

  • Bagaimana Anda melihat kasus yang menjerat Anda saat ini?

Saya sangat terpukul. Sebab saya sempat bertemu dengan Ainul Yaqin di Polres Probolinggo. Saat itu, karena Ainul Yaqin menekan saya terus, akhirnya saya memberi uang Rp 100 juta. Bahkan, bukti pemberian saya tertuang dalam kertas bermeterai.

Saya melihat berita katanya sampai Rp 700 juta. Itu salah. Ainul sempat transfer ke saya sekitar Rp 300 juta. Dan itu semuanya saya serahkan ke Sugeng Ismoe.

Karena ditekan, saya memberikan uang Rp 100 juta sebagai langkah pengembalian ke Ainul Yaqin. Saya juga meminta agar uang yang diterima Sugeng juga dikembalikan. Sugeng janji-janji terus. Akhirnya, saya memakai uang saya sendiri. Uang itu saya berikan karena ada Ainul Yaqin menekan saya. Akhirnya, di hadapan Satreskrim Polres Probolinggo, saya menjelaskan hal tersebut.

Saat itu, terjadi kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, ternyata muncul penetapan tersangka kepada saya. Saya menjadi bingung akhirnya. Perasaan terpukul saya tidak hanya karena penetapan tersangka itu, namun karena saya dihabisi oleh opini. Berbagai media memberitakan jika saya sudah tersangka. Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak ditahan.

  • Bagaimana langkah Anda selanjutnya?

Saya akan mematuhi proses hukum. Saya tidak akan lari. Dan saya memiliki bukti kuat jika saya tidak bersalah. Bukti itulah yang akan saya keluarkan di hadapan hakim nanti.

  • Bagaimana harapan Anda kepada pendukung setia Anda?

Saya berpesan agar masyarakat tenang. Saya tidak ditahan. Saya masih menjadi DPRD. Saya masih menjadi Ketua DPC Gerindra, saya masih menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi dan saya masih menjadi Calon DPRD Bondowoso Dapil 5. Saya berharap masyarakat tetap fokus membina kantong-kantong kemenangan untuk Pemilu 14 April mendatang.

Wawancara Sabtu 5 Januari 2018 di Bondowoso.

 

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto