Sama-Sama Ditetapkan Tersangka

28

LUMAJANG RADAR JEMBER.IDCarok yang melibatkan dua orang sopir truk pasir tidak bisa lepas dari proses hukum. Insiden yang dilatarbelakangi asmara itu pun ditindak tegas oleh pihak kepolisian dengan menetapkan keduanya sebagai tersangka. Mereka terancam hukuman 4 tahun penjara.

Kapolres Lumajang AKBP Dr M. Arsal Sahban kemarin menemui keduanya di rumah sakit, saat mendapat perawatan. Dia mengungkapkan bahwa perkara ini dilatarbelakangi api cemburu. “Baik Solihin dan Mahfud sama-sama emosi. Mahfud merasa mengembalikan motor, dia tahu Tatik istri siri Pak Solihin. Solihin menyampaikan itu istri sirinya yang diganggu Mahfud,” katanya.

Kesalahpahaman itu yang menyebabkan carok. Sama-sama bawa celurit dan sama-sama melukai lawannya. Kondisi ini, menurut dia, tergolong tragis. Sebab, saat carok, di sekitar ada banyak orang. Tetapi tidak ada yang melerai. Beruntung, anggotanya datang 5 menit kemudian.

Dimas, anggota polres memberikan tembakan peringatan. Mereka yang carok kaget, Reno, anggota polisi lainnya, langsung mendorong keduanya sampai jatuh. “Diterjang, jatuh, dan ditindih untuk melerai. Bisa teratasi. Kalau tidak ada, bisa ada yang meninggal,” katanya.

Ke depannya, kapolres yang belum genap sebulan berdinas di Lumajang ini berharap jangan ada dendam. “Sebab, jika diteruskan dendam, maka akan menelan banyak korban. Ini akan kita selesaikan,” katanya. Kasusnya, kata dia, tetap dilanjutkan melalui proses hukum yang berlaku.

Keduanya terjerat melanggar pasal 184 KUHP terkait perkelahian menyebabkan luka. “Ancaman hukumannya 4 tahun, kalau ada yang meninggal dunia sampai 12 tahun. Ini tetap dinaikkan untuk mendudukkan masalahnya,” katanya.

Kasus ini akan diselesaikan secara komprehensif. “Jangan sampai dendam-dendaman, karena tidak akan berujung. Bu Tatik akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Keduanya sama-sama jadi tersangka sekarang ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Rangga Mahardhika