Jembatan Dibangun, Warga Lega Tidak Lagi Melintas Sungai

224
SUDAH PUNYA JEMBATAN: Warga Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo lega karena jembatan sudah dibangun dan tidak lagi melintas sungai untuk menyeberang.

Jembatan Selesai, Kesekolah Tidak Buka Sepatu Lagi
RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo tidak perlu lagi turun ke sungai saat melintas. Ini lantaran jembatan yang dibangun Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemkab Jember di era Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs KH Muqit Arief, sudah selesai dan bisa bisa dilewati. Tetapi untuk sementara, jembatan dengan panjang 30 meter itu belum bisa dilewati kendaraan roda empat, karena masih proses finishing.

Demikian juga siswa yang mau sekolah, kini tidak perlu buka pasang sepatu yang dipakai dari rumah. Sebelumnya, hampir setiap pagi, banyak siswa yang harus menyeberang sungai sebelum jembatan dibangun. Dengan selesainya jembatan, maka tidak perlu lagi siswa diantar orang tuanya.

“jembatanku sudah selesai, sehingga saya tidak perlu membuka sepatu lagi saat berangkat ke sekolah” ujar Rinta, siswa kelas 5 SDN Curahtakir 06, Kecamatan Tempurejo.

Menurut Rinta, sebelum dibangun, jembatan siswa PAUD, TK, SD , MTs, dan siswa SMPN 2 Tempurejo harus mencopot sepatu yang sudah dipakai dari rumah. Bahkan kini, warga dan pedagang sayur (wlijo) yang akan berjuatan ke timur sungai tidak perlu lagi menyebrang sungai yang arusnya deras saat melintas.

Menurut Suli, 60, warga setempat yang juga tokoh masyarakat, sebelumnya, sejak puluhan tahun warga RT 001/RW 24 (barat Sungai) yang ingin pergi ke RT 003/024 (timur sungai) harus menyeberang sungai. Saat hujan, warga yang rumahnya di sisi timur sungai tidak berani menyeberang ke barat sungai. Padahal rata rata, warga yang rumahnya di barat sungai, mempunyai lahan pertanian di timur sungai.

Tetapi yang paling dirasakan saat sungai banjir, para orang tua yang anaknya sekolah ke PAUD, TK, SD, SMP, dan SMK, haus menyebarang melalui sungai. “Biasanya para orang tua setiap hari harus mengantar anaknya yang sekolah di PAUD, TK, dan SD dengan cara digendong,” ujar Suli. Kini, masyarakat senang karena sudah ada jembatan yang dibangun.

Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto mengatakan, kalau air sungai sudah banjir Brigpol Agus Sugiarto, anggota Babinkamtibmas Desa Curahtakir biasanya sudah siap dipinggir sungai. Selain ada siswa yang berangkat sendiri, mereka langsung menjemput siswa dan langsung digendong.

Pemandangan itu hampir setiap hari dilakukan anggota yang memang rumahnya di pinggir sungai. “Kalau malam harinya hujan turun cukup deras, anggota paginya sudah menunggu siswa yang akan berangkat kesekolah,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan, pernah air sungai arusnya deras, sehingga banyak siswa yang kesulitan untuk berangkat sekolah. Sehingga anggota babinkamtibmas bersama Kasun setempat langsung menjemput dengan mobil patrol Polsek. “Dengan terselesainya pembangunan jembatan tersebut, warga dan utamanya siswa yang mau berangkat sekolah tidak harus buka pasang sepatu lagi,” ujarnya.

Dikatakan, jembatan yang ada di Dusun Curahrejo ini, bukan hanya menghubungkan dua RT saja, tetapi jembatan ini juga bisa dilewati warga Desa Curahtakir yang ingin ke Silo. “Sehingga untuk pergi ke Kecamatan Silo tidak perlu harus memutar ke Mumbulsari, tetapi cukup melewati jembatan ini,” ujar Suhartanto. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Winardi Nawa Putra