Puluhan Pekerja Transmart Dirumahkan

Belum Digaji, Rekrutmen SPI di Pendapa

4260
BELUM DIGAJI: Beberapa pegawai Transmart Jember yang dirumahkan oleh SPI menunjukkan berkas pembelian seragam kerja.

RADARJEMBER.ID – Belum sebulan beroperasi, namun sudah menimbulkan masalah. Puluhan pekerja di Transmart Jember sudah dirumahkan, beberapa hari terakhir. Ironisnya, para pekerja yang mayoritas lulusan SMA ini juga belum mendapatkan gaji.

Mereka sebenarnya sangat ingin mengadukan hal itu kepada Bupati Jember, namun sejauh ini masih belum berani. Para pekerja yang berhasil terdata wartawan Jawa Pos Radar Jember setidaknya ada 21 orang. Awalnya, mereka mengikuti rekrutmen kerja di Pendapa Bupati Jember, beberapa bulan lalu.

Pada rekrutmen itu, puluhan orang diterima PT Scurindo Pactama Indonesia (PT SPI). PT melakukan kontrak kerja selama 20 hari, menempatkan menjadi pegawai di Transmart dengan job description bagian staf pelayanan pos atau di tempat parkir. Tapi, meski kontrak kerja 20 hari, mereka sudah dirumahkan saat baru sepuluh hari kerja.

“Kontrak kerja dengan SPI selama 20 hari. Kami kerja mulai tanggal 21-30 Desember 2018. Akan tetapi, kami dirumahkan setelah kerja 10 hari. Padahal, kontrak kerjanya belum selesai,” kata Moh Syaifus Syarif, salah seorang pekerja yang dirumahkan.

Kekecewaan puluhan pekerja pada SPI bukan itu saja. Gaji mereka selama sepuluh hari kerja juga belum dibayarkan hingga berita ini ditulis, kemarin (4/1). Bahkan, selama sepuluh hari kerja, mereka tidak pernah libur dan pekerjaan yang seharusnya hanya delapan jam, rata-rata menjadi 13 jam kerja dengan waktu istirahat sekitar satu jam.

Per hari mereka dijanjikan bayaran Rp 62 ribu. “Kami sempat tanyakan bagaimana dengan uang lembur, karena kerja sudah lewat delapan jam, jawabnya tidak jelas,” terang Syarif. Oleh karena itu, mereka pun sangat menyayangkan dan bingung mau mengadu ke siapa.

Kejanggalan lain dari PT SPI menurut Vani Ismi, pekerja lainnya, adalah adanya uang deposit untuk mendapatkan seragam kerja. Puluhan pekerja diminta mentransfer uang kepada HRD PT SPI berinisial AD, dengan nominal sebesar Rp 130 ribu. Mereka pun mentransfer uang demi mendapatkan seragam kerja di lokasi parkir.

“Katanya uang Rp 130 ribu itu deposit untuk seragam. Kalau seragamnya dikembalikan, maka uang Rp 120 ribu akan dikembalikan dan uang Rp 10 ribu untuk mereka,” jelas Vani. Tetapi hingga kemarin gaji belum diberikan dan uang yang dibayarkan untuk seragam juga tidak jelas.

Vani dan puluhan temannya berharap, Pemkab Jember tanggap dengan nasib puluhan pekerja di Transmart yang direkrut melalui PT SPI dan bertempat di Pendapa Bupati, beberapa bulan lalu. “Kami minta pemerintah mau membantu. Paling tidak, hak-hak kami diberikan,” jelas Vani.

Bukan hanya itu, pihaknya berharap jangan sampai ada warga Jember lain yang bernasib seperti mereka. “Kontrak kerja diputus sepihak saat belum waktunya, belum digaji, dan uang kami tidak dikembalikan,” pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui telepon seluler, Alpan, koordinator parkir yang disebut para pekerja perwakilan PT SPI di Transmart, tidak menerima telepon wartawan Jawa Pos Radar Jember. Sekali pun dikirimi pesan singkat terkait adanya puluhan pekerja yang dirumahkan, Alpan juga tidak membalas.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Rangga Mahardhika