Pemkab Buka Opsi Tawarkan pada Investor

Komisi C DPRD Kecolongan?

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Potensi kebocoran pendapatan wisata di Selokambang dan Waterpark sejatinya tidak bisa lepas dari pantauan DPRD Lumajang. Tepatnya Komisi C DPRD Lumajang. Kebocoran ratusan itu, apakah mereka tidak merasa kecolongan ya?

Drs Suigsan, anggota  DPRD Lumajang ketika dikonfirmasi tadi malam sempat berkilah. “Saya rasa tidak juga. Karena mulai awal saya ingatkan cara ini bisa menimbulkan kebocoran. Misalkan kebocoran Selokambang, ada karcis masuk berporporasi, tapi masih ada tarikan di MCK. Saya sampaikan tidak boleh, karena masuk fasilitas,” ujar Suigsan.

Dia menambahkan, dalam rapat dinas juga sudah disampaikan pola ini tidak efektif. Sebab, seharusnya memberikan layanan yang baik dan nyaman agar pengunjung tidak kapok. “Tapi alhamdulillah bupati sekarang menemukan yang sama dengan komisi C DPRD dulu,” katanya. Hanya saja, temuan itu tidak segera dijalankan sejak Komisi C menemukan potensi kebocoran.

Dia juga sempat mengusulkan, untuk meningkatkan pendapatan Selokambang, harus ada event khusus. Harus dikelola profesional, mulai dari parkir dan sebagainya. “Terpenting harus segera beralih ke IT. Semua sektor pendapatan harus beralih ke situ,” usulnya.

Seperti yang saat ini berjalan, yakni di pendapatan parkir RSD Haryoto Lumajang. Dengan cara itu, kebocoran sudah bisa diperkecil. Kalau semua beralih seperti itu, maka kebocoran, kata dia, bisa diminimalkan.

Pemerintah sendiri, di bawah kepemimpinan Bupati H Thoriqul Haq MML dan Wabup Ir Hj Indah Amperawati ternyata sudah memikirkannya. Bahkan, melalui program smart city. Termasuk terkait pengembangan Pemandian Alam Selokambang ke depannya.

Indah menyebutkan, Selokambang ini tiap tahun dianggarkan dengan alokasi yang tidak sedikit. “Bermiliar-miliar rupiah. Dan jika diakumulasi tiap tahun, barangkali lebih Rp 20 miliar. Tapi tidak ada perubahan signifikan. Padahal, pemandian alamnya luar biasa,” jelasnya.

Dia sedikit mengutip kesimpulan sejumlah dokter saraf Jawa Timur. Bahwa pemandian Selokambang ini punya khasiat bisa menyembuhkan penyakit saraf. “Itu rekom dokter saraf Jawa Timur,” katanya.

Nah, ke depan pemerintah akan mencoba mengelola ini dengan menawarkan pada investor besar. “Karena menumbuhkan investasi besar. Saya ingin ada hotel, ada resto, ada tempat mainan anak yang layak,” katanya.

Luasnya juga cukup. Aset tanah masih sekitar 3 sampai 4 hektare, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. “Kita sudah punya master plan Selokambang ini, investasi di sini tentu dengan sistem investasi yang akan kita hitung. Nanti akan dihitung dikelola sendiri selama setahun berapa. Tentu kalau diserahkan investor, kita ingin lebih untung daripada dikelola sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Narto