Gara-gara Foto Terpampang di Lomba Futsal dan Burung Berkicau

Bawaslu Panggil LO Caleg

11
TANDA TANYA: Banwaslu saat ini memelototi gambar calon yang berada di event-event lomba. Sebab, salah satu bentuk kampanye adalah membuat event.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Di beberapa sudut Kota Bondowoso, saat ini ada pasangan calon (paslon) yang memasang gambarnya pada sebuah event. Gambar itu tidak ada embel-embel parpol. Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bondowoso tetap memelototinya. Bahkan, melakukan klarifikasi langsung ke calon legislatif (caleg).

Ketua Bawaslu Bondowoso Moh. Makhsun mengemukakan telah memanggil Liaison Officer (LO) lomba futsal dan lomba burung berkicau. Dalam dua kegiatan itu terpampang foto Rusdi, caleg DPRD Bondowoso. Meskipun dalam foto tersebut tidak disertai gambar partai atau nomor urut caleg, dalam foto itu tertulis sebagai owner Kerajaan Food.

Moh Makhsun mengatakan, pihaknya selalu mengawasi seluruh banner yang ada di Bondowoso. Tentunya dengan melibatkan seluruh anggota Bawaslu dari seluruh tingkatan. Salah satunya pihaknya menemukan adanya banner milik Rusdi yang terpampang di event lomba dan pameran burung berkicau. “Kami undang yang bersangkutan, untuk menjelaskan,” terangnya.

Dan, tim dari Rusdi sudah menghadiri undangan Bawaslu Kabupaten Bondowoso. Bawaslu lantas menjelaskan aturan kampanye dengan metode event. Sebab, di kegiatan tersebut, Rusdi tidak memasang gambar bahwa dia adalah calon DPRD, melainkan sebagai owner Kerajaan Food. “Sudah dua event yang ada gambar Pak Rusdi, event futsal dan lomba kicau burung. Karenanya, kami mengundang untuk menjelaskan,” jelas Moh Makshun. Ketika diundang, LO menjelaskan baru mengetahui metode tersebut.

Dijelaskannya, dalam peraturan kampanye, tata cara kampanye dijelaskan ada beberapa jenis. Mulai kampanye langsung, sampai mengadakan kegiatan. Namun, peraturan kampanye dengan kegiatan, diatur maksimal boleh dilakukan tiga kali dalam masa kampanye. “Kampanye dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Seorang calon boleh melakukan kampanye dengan metode lomba selama waktu ini, maksimal tiga kali saja,” jelasnya.

Selain itu, diatur juga hadiah maksimal. Ketika ada lomba, hadiah maksimal yang harus diberikan adalah Rp 1 juta. Peraturan itu tertuang dalam PKPU No 4 Tahun 2017 pasal 41. Di dalamnya dijelaskan parpol atau gabungan parpol/pasangan calon/tim kampanye bisa melaksanakan kegiatan seperti kegiatan kebudayaan (pentas seni, panen raya, konser musik), kegiatan olahraga (gerak jalan santai, sepeda santai), kegiatan sosial (bazar, donor darah), dan kampanye melalui media sosial.

Selain itu, dalam pasal 49 dijelaskan, larangan memberikan door prize. Selanjutnya, pada pasal 71 diatur maksimal pemberian hadiah dengan nominal tertinggi Rp 1 juta. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto