Periodik Tertibkan APK Melanggar

DITERTIBKAN: Salah satu APK calon legislatif yang ditertibkan oleh Bawaslu di Kecamatan Arjasa

RADAR JEMBER.ID – Aparat terkait sudah berkali-kali melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) milik calon yang dianggap melanggar. Bahkan, belum sebulan lalu aparat melakukan penertiban besar-besaran di seluruh Jember. Namun, ternyata hal ini tidak membuat jera para pemasang APK tersebut, karena dalam waktu singkat, sejumlah APK juga kembali dipasang, dan lagi-lagi melanggar aturan yang ada.

Terutama ditempatkan dengan cara dipaku pada pohon. Padahal, itu sudah dilarang berdasarkan Perbup Nomor 14 Tahun 2013 tentang Alat Peraga Kampanye (APK). Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menjelaskan, banyak APK yang tidak sesuai dengan peraturan. Padahal, pihaknya sudah melakukan imbauan kepada partai politik agar memasang APK sesuai dengan ketentuan.

“Bila tidak mau kami tertibkan, turunkan sendiri APK yang melanggar,” ucapnya. Namun, imbauan itu sering kali tidak diperhatikan oleh partai politik. Akhirnya, Bawaslu harus melakukan tindakan tegas dengan melakukan penertiban. Menurut dia, informasi tentang peraturan penataan APK itu tidak sampai kepada pengurus partai tingkat bawah.

“Itu yang menjadi miss komunikasi antara DPC dengan PAC,” akunya. Ketika ada imbauan pelanggaran, lanjut alumnus FISIP Unej tersebut, banyak calon legislatif yang tidak tahu bahwa APK-nya ditempatkan di kawasan yang terlarang.  Padahal, banyak tempat yang diperbolehkan.

“Yang tidak boleh seperti di lembaga pendidikan, kantor pemerintahan, rumah sakit, dan masjid,” paparnya. Pemasangan APK tidak boleh dipaku di pohon. Bila diikat, harus ada penyangga yang kuat. Selain itu, lanjut dia, tidak melanggar ketentuan jumlah. Yakni APK partai politik lima di setiap desa. Lebih dari jumlah itu, akan ditertibkan.

“Sanksi pelanggaran itu berupa teguran dan penertiban,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Rangga Mahardhika