Terkait Dugaan Kampanye Video Viral Bupati

Bawaslu Periksa Lima Saksi

22

RADAR JEMBER.ID – Sempat diduga melempem terkait kasus dugaan kampanye video bupati yang viral beberapa waktu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember ternyata terus bergerak. Mereka bahkan sudah memeriksa lima saksi terkait rekaman video bupati kepada perangkat desa yang diduga mengampanyekan caleg DPR RI Abdul Rochim dari Partai Nasdem.

Menurut Rony, panggilan akrabnya, beberapa bukti sudah dikumpulkan pihaknya untuk dibahas dalam sidang pleno. “Kita sudah mengumpulkan beberapa bukti dan kesaksian dari sejumlah pihak,” kata Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony kepada Radarjember.id.

Bahkan, begitu hari aktif pasca cuti bersama peringatan Natal, Komisioner Bawaslu Jember akan melakukan kajian awal. Kemudian, pada hari Kamis akan melakukan pleno. “Setelah pleno, baru bisa kita tentukan apakah termasuk pelanggaran atau bukan,” terang Rony. Bawaslu sejauh ini sudah meminta keterangan lima hingga enam saksi atas kasus video viral tersebut.

Saksi itu merupakan beberapa warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, Bawaslu masih belum bisa membuka siapa saja saksi yang dimintai keterangan. Sebab, masih dalam proses investigasi dan belum ada hasilnya. Dirinya menjelaskan jika keterangan para saksi ini masih akan dianalisis oleh pihaknya. “Paling lambat Kamis, kita akan pleno, apakah hasilnya termasuk pelanggaran atau bukan,” tegasnya.

Selama ini, pihaknya sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti perkara tersebut. Tim investigasi juga mengkaji pasal-pasal yang diduga dilanggar. Ada sekitar 12 pasal yang dilanggar dalam kegiatan dugaan kampanye tersebut. Namun, Bawaslu masih belum bisa memberikan keterangan pasal apa saja karena masih tahap awal. “Kita masih belum bisa menentukan apakah pelanggaran administratif apa bukan,” tambahnya.

Thobrony menambahkan laporan pelanggaran oleh masyarakat sejauh ini masih belum ada. Bawaslu meminta agar warga juga aktif melaporkan kejadian yang ada, termasuk terkait video viral itu. “Sampai saat ini, warga yang menemukan dugaan pelanggaran hanya diunggah di FB,” tuturnya. Hal itu menjadi informasi awal yang harus ditelusuri oleh Bawaslu Jember.

Dia mencontohkan kasus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh bupati. Dia tidak mendapatkan laporan dari warga, namun video yang didapatkan dari beberapa media. Akhirnya, dirinya membentuk tim investigasi untuk menyelidiki. “Itu tidak ada yang melaporkan.  Karena tidak ada laporan, kita tarik menjadi temuan,” terangnya.

Sekadar tambahan, masyarakat jagat maya di Jember sempat dihebohkan dengan beredarnya video Bupati Jember Faida dalam Kongres Kepala Desa Jember, 15 Desember 2018 lalu di Aula Sudarman Pemkab Jember. Video itu berdurasi 2,5 menit itu. Lalu, sekitar detik 1 hingga ke-11, terucap kalimat yang dinilai pelanggaran kampanye.

“Baik perangkat desa untuk ikut serta dengan terlibat dalam kampanye pemilihan umum, dan atau pemilihan kepala desa. Mangkane ojo bengok-bengok Pak Rochim (caleg DPR RI Nasdem yang juga suami bupati), sing penting dicoblos,” kata Faida dalam video tersebut. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Rangga Mahardhika