Bikin Klaster Sapi Potong Berbasis Syariah

13
TEKEN MOU: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember saat menandatangani MoU Klaster Ternak Syariah di Pendapa Bupati Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Bank Indonesia (BI) Jember membuat binaan klaster sapi potong di Bondowoso. Klaster sapi potong itu berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Tegal Ampel. Pengelolanya adalah Kelompok Ternak Mitra Subur.

Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo mengatakan, pembuatan klaster merupakan upaya BI untuk pengendalian inflasi. Yakni dengan mendongkrak kemajuan suplai barang yang berpengaruh terhadap inflasi. “Di Bondowoso, sebelumnya ada klaster kopi dan ada klaster beras organik. Saat ini kami melakukan pembuatan klaster sapi potong,” jelasnya.

Klaster ini, dimaksudkan agar Bondowoso bisa menjadi salah satu penyuplai daging sapi di wilayah Jawa Timur (Jatim). Sebab berdasarkan data Dinas Pertanian (Disperta), Bondowoso masuk empat besar dengan jumlah ternak terbanyak di Jatim.

Sedangkan ada masyarakat yang memiliki embrio pengelolaan klaster yang baik. Lantas BI Jember melakukan kajian. Selanjutnya BI Jember menyatakan Kelompok Ternak Mitra Subur, memiliki dasar yang kuat untuk dibuat klaster tersebut.

Dijelaskannya, BI Jember dalam hal pengembangan klaster sapi potong ini, berada pada posisi pendamping. BI Jember menggerakkan unit perbankan dan mendorong buyer untuk men-support klaster sapi potong. Misalnya dalam hal pemasaran, ada pihak yang didorong BI Jember membeli daging dari Bondowoso. “Kami mendorong para perbankan untuk ikut mendorong pengembangan tersebut,” jelasnya.

Hal yang menarik, kata Hestu, klaster sapi potong yang dikelola Mitra Subur ini berbasis syariah. Pengelolaannya berdasarkan sistem musyarakah dan mudorobah. Ternak itu dikelola oleh kelompok ternak dengan menggunakan koperasi. Setiap orang memiliki modal dan tanggung jawab pengelolaan. “Kami mencoba untuk melakukan pengembangan ini mulai dari awal, ternyata masyarakatnya bagus, akhirnya kami putuskan untuk melakukan pendampingan,” jelasnya.

Sementara Ketua Kelompok Ternak Mitra Subur Ifan Kurnawan mengatakan, konsep yang dibuat adalah Kampung Ternak Modern. Sistemnya pengelolaannya dilakukan dengan sistem yang tidak biasa. Harapannya peternak bisa menjadikan ternak sebagai sumber penghidupan. “Kami membuat sistem pengelolaan yang bisa membuat peternak mendapat untung yang lebih besar,” ujarnya.

Selama ini, kelompok ini memiliki peliharaan sapi kelompok. Walau setiap anggota kelompok memiliki sapi di rumahnya, namun di kandang komunal kelompok ternak Mitra Subur, mereka memiliki aset. “Kami melakukan penggemukan dengan sistem kerja bersama, hasilnya untuk kesejahteraan anggota,” terangnya.

Untuk sistem syariah, selain musyarokah dan mudorobah, setiap ternak yang ke luar tidak ditaksir harga pasaran. Namun ditimbang hidup. Sehingga perhitungannya lebih pasti dan keuntungannya tentu juga lebih besar untuk peternak. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto