Penderita Bibir Sumbing Dioperasi di RSU dr Koesnadi

Bibir Delapan Pasien Kembali Normal

NORMAL: Ibu Bupati Bondowoso Ny KH Salwa Arifin bersama Direktur RSU dr Koesnadi dan Ketua PDGI Bondowoso Dr drg Sri Hernawati saat melihat pasien usai operasi bibir sumbing.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Penderita bibir sumbing memang cukup banyak di Bondowoso. Itu membuat RSU dr Koesnadi Bondowoso dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bondowoso bergerak. Dengan bekerja sama dengan Yayasan Senyum Nusantara Jogjakarta. Kedua lembaga menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing di RSU dr Koesnadi selama dua hari, Sabtu (15/12) dan Minggu  (16/12). Ada 8 penderita bibir sumbing yang dioperasi agar bentuk bibir kembali normal.

Ketua Pengurus Wilayah  PDGI Jawa Timur drg Yahya MKes mengatakan kepada Jawa Pos Radar Ijen, penderita bibir sumbing banyak diderita oleh warga tidak mampu yang berada di pelosok desa. Namun, jika operasi dilakukan mandiri, maka biayanya mahal. “Oleh sebab itu, kami mengundang dua belas penderita bibir sumbing. Namun, yang datang untuk dioperasi hanya delapan penderita,” ujarnya.

Diharapkan kasus bibir sumbing di Bondowoso semakin berkurang. ”Tentu saya berharap tidak ada lagi kasus bibir sumbing di Bondowoso,” kata drg Yahya MKes. Yahya menambahkan, sebelumnya PDGI melakukan operasi gratis bibir sumbing di Gresik, Jawa Timur (Jatim). ”Untuk tahun ini dipusatkan di Bondowoso, karena jumlah kasus bibir sumbing di Bondowoso cukup banyak,” katanya.

Ketua PDGI Cabang Bondowoso Dr drg Sri Hernawati MKes mengatakan kepada Radarjember.id, pihaknya melakukan pengabdian kepada warga Bondowoso. ”Khususnya untuk bibir sumbing,” katanya. Pasien berasal dari Maesan, Pujer, Wringin, Kademangan, dan Sukowiryo.

”Usia penderita bibir sumbing yang paling muda usianya adalah balita umur 4 bulan dan pasien paling tua umur 70 tahun,” katanya. Sebelumnya, PDGI bersama Dinas Kesehatan Bondowoso dan RSU dr Koesnadi melakukan bakti sosial di Desa Mengen Kecamatan Tamanan dengan membagikan paket toolkit kepada 55 siswa SD Mengen 2 serta sikat gigi masal. “Tahun depan kami akan melakukan operasi kanker rongga mulut,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan operasi bibir sumbing dihadiri oleh ibu bupati Bondowoso Ny KH Salwa Arifin. Dia berharap masyarakat Bondowoso terbebas dari bibir sumbing. ”Saya tentunya berharap warga yang mengalami bibir sumbing segera dioperasi dan tidak ada lagi penderita bibir sumbing,” katanya.

Direktur RSU dr Koesnadi Bondowoso dr Suharto menyediakan tempat untuk operasi bibir sumbing. ”Kami saling bersinergi dengan PDGI dan Yayasan Senyum Nusantara serta Pemkab untuk operasi bibir sumbing,” katanya. (*)

Reporter : Eko Saputro

Fotografer : Eko Saputro

Editor : Narto