Dari Festival Film Pendek Bondowoso 2018

Dunia Perfilman Pinggiran Menggeliat

ANUGERAH: Festival Film Pendek Bondowoso 2018 yang digelar di GOR Pelita berlangsung meriah.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Kreativitas anak-anak muda Bondowoso di dunia perfilman yang selama ini dikenal sebagai daerah pinggiran tak mau kalah dengan kota besar seperti Jakarta. Itu ditunjukkan dengan pergelaran Festival Film Pendek Bondowoso (FFPB) 2018.

Banyak anak-anak muda yang ambil bagian dalam FFPB 2018 di Kota Tape tersebut. Sebanyak 72 anak muda ambil bagian. Mereka berasal dari Bekasi, Kalimantan, sampai Bengkulu. Hasilnya, SMAN 2 Bondowoso menjadi tim yang meraih juara 1.

Tim yang digawangi M Rafly dkk ini mengangkat tema difabel dengan judul ‘Mimpi untuk Kembali’. Torehan itu mendapatkan nilai sempurna dewan juri dari Pusat Teknologi Komunikasi dan Informatika (Pustekkom) Kemendikbud. “Kami sangat bangga dengan raihan ini,” jelas M Rafly.

M Rafly mengerjakan film itu bersama 17 orang lainnya dari SMAN 2 Bondowoso. Kisah yang diangkat adalah tentang pelari yang memiliki saudara difabel. Sempat putus asa, namun bangkit kembali karena motivasi saudaranya. Selain itu, nominasi juara 2 diperoleh SMKN 4 Bekasi dengan judul Kenapa. Juara III diraih SMKN 1 Bondowoso dengan judul Pesawat Kertas untuk Presiden.

Arif Firmansyah mengatakan, acara FFPB itu merupakan kali ketiga. Dimulai sejak 2016. Penyelenggaranya adalah tim Jurusan Broadcasting SMKN 1 Bondowoso. Peserta FFPB ini tidak hanya dari Bondowoso saja. Sebab, ada 72 peserta dari seluruh Nusantara. “Yang tahun ini ada dari Banjarmasin, Bengkulu, Tenggarong, dan banyak lagi lainnya,” jelasnya.

Sistem pendaftarannya daring (online). Selanjutnya pemenang diundang pada malam penganugerahan PPFB 2018. Malam penganugerahan PPFB 2018 itu dihadiri Wakil Bupati Irwan Bachtiar dan Kepala Disparpora Harry Patriantono.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar memberikan apresiasi yang tinggi kepada kreativitas anak muda. Sebab, kreasi itu membutuhkan inovasi. Ketika anak-anak Bondowoso bisa membuat kreasi yang inovatif, maka sudah memberikan sumbangsih kepada pembangunan. “Sebab, cikal-bakal penerus bangsa adalah dari tangan pemuda-pemuda ini,” jelasnya.

Selain membuat film, para peserta juga membuat poster untuk film tersebut. Poster itulah yang dipajang dan banyak menyita perhatian masyarakat yang hadir di GOR Pelita. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto