Mahasiswa UIJ Tuntut Transparansi Kampus

51
TUNTUT TRANSPARANSI: Puluhan mahasiswa UIJ menggelar unjuk rasa di depan gedung rektorat kampus setempat. Dalam aksi ini, mahasiswa sempat membakar ban bekas karena tidak ditemui oleh Rektor UIJ.

RADAR JEMBER.ID – Terbitnya surat edaran tentang kenaikan uang tentatif serta pengelolaan keuangan kampus yang dinilai tidak transparan, memantik puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar aksi, kemarin.

Unjuk rasa yang berpusat di depan gedung rektorat kampus UIJ ini meminta rektor mencabut surat edaran tersebut, serta mengembalikan uang tentatif yang telah dibayarkan mahasiswa. Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut rektor membuka pengelolaan keuangan kampus yang mereka nilai rawan diselewengkan.

Koordinator aksi, Andrik Kurniawan mengatakan, aksi ini merupakan kedua kali yang dilakukan mahasiswa. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi serupa. Dalam aksi itu, mahasiswa menuntut pihak kampus lebih transparan, serta melakukan reformasi birokrasi di internal kampus.

Menurut Andrik, reformasi ini merupakan agenda mendesak yang harus segera dilakukan. Pasalnya, mahasiwa menilai ada nuansa nepotisme yang terjadi di dalam manajemen kampus, yang ujungnya bisa berkolusi untuk mendapat keuntungan pribadi. “Serta pensiunkan pegawai yang sudah memasuki usia pensiun,” katanya, di sela-sela aksi.

Lebih lanjut Andrik memaparkan, alasan mahasiswa menuntut transparansi ini sangat kuat. Sebab, selama ini mahasiswa menganggap tak ada perkembangan signifikan baik dalam pembangunan maupun perkembangan akademik di kampus.

Oleh karenanya, wajar jika mahasiswa yang merupakan bagian dari civitas academica mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran tersebut. Jangan sampai uang yang sebagian berasal dari mahasiswa itu disalahgunakan oleh para pejabat di universitas berjuluk Kampus Hijau itu.

Wakil Rektor 1 UIJ Mohamad Qurtubi menuturkan, rektor tak bisa menemui para mahasiswa secara langsung karena sedang berada di luar kota. Namun, kata dia, pada aksi yang dilakukan sebelumnya, rektor bersedia menemui, dan telah melakukan dialog dengan mahasiswa. Dalam pertemuan itu, sebagian tuntutan mahasiswa ada yang ditindaklanjuti.

Sementara, mengenai tuntutan transparansi serta pembatalan kenaikan uang tentatif, dirinya tak bisa menjelaskan secara gamblang. Sebab, hal itu merupakan domain rektor untuk menjawab. Namun yang jelas, ujar dia, pertanggungjawaban penyelenggaran kampus, termasuk keuangan, hanya disampaikan kepada pengurus yayasan, bukan kepada mahasiswa. “Untuk lebih jelasnya, nanti kami rapatkan dulu dengan Pak Rektor dan yayasan. Karena kewenangan menjawab tuntutan mahasiswa ini memang ada di rektor dan pengurus yayasan,” tandasnya.

Meski gagal menemui rektor, namun mahasiswa berdialog dengan Ketua Yayasan Nahdlatul Ulama (YPNU) Dr KH Syamsul Arifin, MHI (Gus Aab) di Ruang Ulum AA. Intinya, Gus Aab bisa memahami keinginan mahasiswa, dan segera mengundang rektor untuk meninjau kembali beberapa keputusan yang telah dikeluarkan. “Kami ingin sama-sama enak membesarkan UIJ,” ujar Gus Aab. (*)

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Mahrus Sholih

Editor : Shodiq Syarief