Pro-Kontra Mulai Bermunculan

Warga Saling Blokade Akses Tambang

15

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Konflik tambang tidak hanya di kawasan lokasi pertambangan saja. Namun juga pada akses jalan dalam sebulan terakhir mulai bermunculan. Bentuknya, warga yang terlewati akses menuju dan keluar tambang melakukan aksi saling memblokade jalan. Kemarin, giliran ratusan warga yang berada di kawasan tambang yang diblokade balik menggelar aksi.

Awal blokade dilakukan di kawasan Pasirian. Tepatnya di kawasan Sudimoro Desa Kalibendo, Pasirian. Berlanjut di titik Candipuro. Sisi utara yang diblokade adalah kawasan Dusun Urang Gantung, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Mereka sama-sama tidak ingin jalan desanya dijadikan akses kendaraan berat untuk mengangkut tambang.

Praktis, akses armada tambang menuju dan keluar lokasi makin sempit. Hanya bisa menggunakan di kawasan Bondeli, Desa Sumberwuluh. Pekan lalu, akses tersebut sebenarnya juga diblokade warga. Terakhir kemarin malam yang diblokade di kawasan Dusun Jugosari yang berbatasan dengan Urang Gantung dan Sudimoro.

Akses armada tambang kini tertutup total. Tidak ada pintu keluar-masuk armada tambang di sana. Apalagi, blokade tidak hanya untuk sebagian atau untuk kendaraan roda empat. Melainkan ditutup total. “Sekalian sudah, gak makan satu, ya gak makan semua,” ungkap Rahman, warga setempat.

Kondisi itulah yang menyebabkan pro-kontra. Sebab, penutupan akses itu membuat desa lumpuh. Muncul pro dan kontra yang sampai larut malam. Ketegangan mulai dirasakan malam hari. Sebab, di kawasan perbatasan saling ada provokasi. Sampai-sampai, Kapolres Lumajang AKBP Dr Arshal Sahban turun tangan.

Sore harinya, Bupati Lumajang datang ke lokasi. Semua keluhan warga ditumpahkan kepada orang nomor satu di Lumajang itu. Namun tetap saja, pro kontra tak terelakkan. Ada yang meminta tetap ditutup dengan alasan warga dirugikan.

Ada juga yang minta dibuka karena tambang menjadi sumber terbanyak pendapatan warga. “Sudah pak, ini harus cepat ada solusi. Kami juga butuh penghasilan,” ungkap Sutari, warga yang menyampaikan aspirasinya kepada bupati. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Rangga Mahardhika