Dua Pembobol Balai Desa Pecoro 

Dituntut 10 Bulan Penjara

21
MENGINAP DI HOTEL PRODEO: Dua terdakwa pembobol Balai Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji dituntut 10 bulan kurungan dalam sidang  di PN Jember, kemarin.

RADAR JEMBER.ID – Dua terdakwa pembobol Kantor Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji pada 20 Juni lalu, memasuki agenda sidang tuntutan. Dalam agenda sidang pembacaan tuntutan kemarin (6/12), dua terdakwa sama-sama dituntut sepuluh bulan penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini di Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Dua terdakwa Saniwi, 51 tahun, warga Bangsalsari dan Sunadi, 48 tahun, warga Lengkong Mumbulsari dituntut 10 bulan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani. Mereka dituntut telah melakukan pencurian dengan pemberatan. Mereka berdua dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4,5 KUHP.

Hakim ketua Wahyu Widuri memberi kesempatan kepada dua terdakwa untuk menerima atau keberatan dengan tuntutan yang dibacakan JPU. Keduanya meminta keringanan. “Minta keringanan saja, saya mengaku menyesal. Saya juga punya anak yang tinggal di rumah,” ucap Saniwi.

Namun, meski kedua terdakwa sudah meminta keringanan. JPU masih kukuh dengan tuntutannya. “Tetap pada tuntutan,” ungkap JPU kepada hakim ketua.

Kantor balai desa Pecoro kehilangan sebuah televisi, dua buah jaket, dua buah sepatu pantofel, serta uang tunai Rp 9 juta. Saniwi beraksi saat melihat Balai Desa Pecoro sepi. Saniwi mengaku mengambil sebilah linggis dari rumah warga untuk digunakan merusak jendela balai desa.

Sebelumnya, dalam agenda pemeriksaan saksi lalu (22/11), Saniwi mengaku terimpit masalah keuangan yang akhirnya melakukan perbuatan tersebut. “Saya curi untuk buat beli bensin pulang ke rumah. Ya sekalian buat nutupin ekonomi juga,” kata Saniwi yang akhirnya mengaku. Satu buah televisi hasil curiannya mereka jual sebesar Rp 500 ribu ke rekan Sunadi, yang bertindak sebagai penadah di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Narto