Area Stasiun Jember Diperluas untuk Parkir

Dibongkar, Diberi Rp 500 Ribu

48

RADAR JEMBER.ID – PTA KAI Daop IX Jember terus melanjutkan pengembangan stasiun Jember. Kemarin (6/12) siang, dilakukan pembongkaran di area timur jalan baru yang dibangun PT KAI Daop IX Jember. Pembongkaran dilakukan di rumah-rumah yang mepet dengan sungai kecil yang selama ini menjadi batas pembangunan Stasiun Jember.

Kegiatan pembongkaran kemarin dilakukan oleh puluhan petugas dari PT KAI Daop IX Jember. Selain itu, pembongkaran ini dikawal ketat oleh aparat dari Polres Jember, TNI, dan Satpol PP Pemkab Jember. Mereka membongkar sejumlah bangunan yang memang berdiri di atas lahan PT KAI tersebut.

Joko Widardo dari PT KAI Jember mengatakan, dari tahun ke tahun pengguna jasa kereta api naik signifikan. Utamanya yang berangkat dari Stasiun Jember. Karena itu, Stasiun Jember membutuhkan tempat parkir yang luas.

PT KAI Daop IX Jember pun melakukan perencanaan pembangunan dan perluasan Stasiun Jember. Mereka memerlukan lahan yang lebih luas, utamanya untuk parkir kendaraan. “Tahun 2017 kenaikan sekitar 7 ribu penumpang, sedangkan pada 2018 sekitar 8 ribu. Mengalami peningkatan sekitar 103 persen,” ungkapnya.

Hal inilah yang membuat PT KAI Daop 9 Jember pun berusaha untuk memperluas area parkirnya.  Atas dasar itu, PT KAI sendiri melihat pembongkaran bangunan saat ini perlu dilakukan, sebagai jalan untuk memperluas area parkir baik untuk kepentingan pengguna jasa kereta api maupun pengantar penumpang dalam hal pelayanan.

Dia mengatakan, pembongkaran tidak dilakukan begitu saja. Bahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelumnya kepada belasan pemilik bangunan yang berdiri di atas lahan milik PT KAI Daop 9 Jember. “Satu bulan sebelum pembongkaran, kami telah memberikan pemberitahuan dan sosialisasi kepada warga,” jelasnya.

PT KAI melakukan pemberitahuan kepada warga dan melalui prosedur yang benar. “Kami lakukan sesuai prosedur, awal November kami sudah melakukan sosialisasi ke warga, khususnya bangunan warga yang terdampak eksekusi,” jelasnya.

Bahkan berdasarkan informasi, pihak PT KAI memberikan dana untuk warga sebagai kompensasi untuk pembongkaran gedung milik mereka ini.

Hal senada pun disampaikan oleh masyarakat yang kemarin terkena dampak pembongkaran. Mereka mengaku jika tidak masalah dengan pembongkaran tersebut. “Saya ikhlas kalau dibongkar oleh petugas,” kata Setyo Prayogo, warga yang rumahnya dibongkar oleh petugas, kemarin.

Dia mengakui jika di pihak yang salah. Apalagi, bangunan yang sudah dibangun sejak 1956 itu memang sebagian berdiri atas sungai. Karena itu, pihaknya mengaku ikhlas rumahnya dirobohkan karena memang berdiri di atas lahan milik PT KAI Jember.

Dia mengakui jika pembongkaran tidak dilakukan begitu saja. Mereka sebelumnya sudah mendapat sosialisasi tentang rencana pembongkaran bangunan. Warga terdampak juga mendapat biaya pengganti dari PT KAI Daop 9 Jember untuk pindah sebelum dibongkar. “Ada yang diberikan Rp 500 ribu untuk tali asih,” pungkas Setyo. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Narto