Berdalih Bisnis Sengon, Hendak Survei Tambang Emas

Tiga Investor Cina “Disandera”

131
DIAMANKAN DI POLRES: Tiga warga asing, penerjemah, dan tiga orang dari staf Kementerian SDM Jawa Timur saat diamankan ke Polres Jember setelah diamankan dari lokasi penyanderaan oleh warga Desa Pace, Kecamatan Silo, Rabu (5/12) pukul 10.00 WIB

RADAR JEMBER.ID – Situasi Desa Pace Kecamatan Silo sedikit mencekam, kemarin (5/12). Tiga investor tambang Cina disandera warga Desa Pace, Kecamatan Silo. Ketiganya diamankan bersama penerjemah asing beserta beberapa staf Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Total ada tujuh orang yang diamankan warga Dusun Curahwungkal, Desa Pace.

Warga Desa Pace mencurigai ketiganya hendak menyurvei lokasi tambang emas. Warga Silo sangat sensitif terkait penambangan emas. Sejak awal mereka menolak keras penambangan emas di Silo.

Bahkan, diketahui jika empat orang di antaranya adalah warga negara asing. Mereka berhasil diamankan di posko Formasi (Forum Komunikasi Masyarakat Silo) di Dusun Curahungkal, Desa Pace, Silo.

Mereka yang diamankan adalah tiga investor asal Cina. Yaitu  Thong Zhi Yang, 46, warga  Sichuan Chengdu, Republik Cina, nomor paspor: EC. 5058807 sebagai kontraktor. Liu Guoyong Sichuan, 54, Warga Sichuan Chengdu, Republik Cina nomor paspor: EC 356963i  juga kontraktor, dan Haiyang, 34, warga Chong Qing Chengdu nomor paspor: EE 0540338 juga kontraktor. Ada lagi Fesy Arisandi, 40, warga Kupang Indah II/11 RT 002/ RW 005, Kelurahan Sono Kewijenan, Kecamatan Suko Manunggal, Kota Surabaya sebagai penerjemah tenaga asing.

Juga ada tiga pegawai Dinas ESDM Provonsi Jatim yaitu Darmanto (49) Aulia Mustika Akbari (29), dan Dwi Yuda Wahyu Setya Pambudi (26). Beruntung, mereka ini hanya diamankan dan tidak sampai terjadi tindakan anarkis karena Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo langsung turun ke lokasi untuk meredakan situasi.

Taufiq, 45, salah satu tokoh masyarakat Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Silo kepada sejumlah media menuturkan bahwa penghadangan dan pengamanan dilakukan sekitar pukul 08.30. “Kalau informasinya sudah sejak tadi malam (kemarin malam, Red),” tutur Taufiq yang rumahnya dijadikan posko.

Pihaknya mendapatkan informasi jika akan ada rombongan dari Surabaya dan pusat yang hendak melakukan survei tambang emas di Silo. Tentu saja, hal ini membuat masyarakat di Silo resah. Sebab, sejak awal masyarakat Silo sudah tegas untuk menolak keras adanya penambangan emas di daerahnya. Informasi ini pun membuat masyarakat langsung siaga penuh.

“Kami langsung melakukan ronda sejak Selasa malam (4/12). Ini saja kami belum sempat tidur sejak semalam,” tegasnya. Seluruh warga melakukan siaga penuh di berbagai jalan yang menjadi akses masuk ke area tambang. Semua warga ronda untuk melihat gerak-gerik pihak luar yang datang ke Silo.

Benar saja, pagi kemarin warga mendapatkan informasi jika ada rombongan mobil yang hendak menuju ke Baban Silo melewati Desa Pace. “Kabarnya memang ada mobil CRV, Toyota Kijang Innova, Daihatsu Xenia, dan sejumlah mobil lain yang lewat. Tanda-tanda itu kami temukan di mobil yang lewat. Ada yang leter L (plat nomor Surabaya) dan leter B (plat nomor Jakarta),” jelas Taufiq. Tentu saja, kedatangan rombongan ini cukup mencurigakan bagi masyarakat.

“Makanya rombongan ini kami cegat di posko, kita amankan dan masukkan di area parkiran,” jelas Taufiq. Pihaknya pun sempat untuk menanyakan sejumlah pertanyaan kepada rombongan ini, termasuk melakukan interogasi apa saja tujuan kedatangan tamu tidak diundang ini.

Namun, warga sempat terkendala mendapatkan informasi karena hanya dijawab oleh sopir. Sedangkan rombongan tidak ada yang mau ke luar dari tiga mobil yang sudah disandera warga.

“Kata sopirnya, mereka hendak ke Baban Barat untuk survei investasi sengon,” jelasnya. Tentu saja, penjelasan sopir ini tidak bisa langsung diterima mentah-mentah oleh masyarakat. Mereka pun langsung mengonfirmasi siapa pihak di Baban Barat yang hendak dituju. Katanya hendak bertemu dengan mantan mandor Perhutani di kawasan Baban Barat.

Karena keterangannya dianggap tidak jelas, akhirnya warga pun mendatangkan pihak kepala desa dan dusun setempat, terutama untuk menghubungi pihak mantan waker Perhutani ini.

Namun, semakin siang informasi kabar adanya masyarakat yang masuk ke Desa Pace, Silo ini menyebar cepat kepada masyarakat. Makin banyak masyarakat yang datang ke lokasi, sehingga membuat sejumlah warga di Posko Formasi ini khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan jika ada kerumunan massa.

Mereka pun langsung menghubungi Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo untuk segera merapat ke TKP. “Kami khawatir anarkis, beruntung kapolres segera hadir,” jelasnya. Saat Kapolres hadir, ternyata di dalam mobil ini ada sekitar tujuh orang penumpang. Mereka yang sebelumnya tidak mau keluar akhirnya keluar.

Yang mengagetkan, empat di antara rombongan ini adalah warga asing berkebangsaan Cina. “Ada yang berkebangsaan asing. Indikasinya investor yang hendak menambang di Silo,” tegasnya. Beruntung Kusworo berhasil meredakan situasi. Kusworo minta kepada masyarakat untuk menyerahkan penanganan rombongan ini ke Polres Jember dan langsung membawa rombongan ini ke Mapolres Jember.

Masih menurut Taufiq, sebenarnya menurut informasi ada lima mobil yang rencananya masuk untuk melakukan survei. Tetapi untuk dua mobil lolos dari kepungan warga karena melewati jalur lain. Warga dari empat desa ini akan terus melakukan razia setiap ada mobil yang masuk ke Desa Pace.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo sangat menyayangkan kejadian kemarin. “Yang saya sayangkan, dari tamu-tamu ini tidak ada yang konfirmasi ke kepala desa, RT RW, atau polsek setempat. Sehingga tidak bisa membaca reaksi masyarakat,” tuturnya. Beruntung, masyarakat bisa langsung tanggap dan menghubungi pihaknya, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada para tamu tersebut.

Pihaknya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran kepada sejumlah stakeholder nantinya untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait dengan tambang emas di Silo. “Saya harap ini menjadi pembelajaran ke depannya,” pungkasnya sembari membubarkan kerumunan masyarakat di Posko Formasi, kemarin. (*)

Reporter : Jumai, Rangga Mahardhika

Fotografer : Jumai

Editor : Narto