Permen Jeli dari Produk Olahan Kopi, Dosen FTP Unej Sukses Diversifikasi Kopi

36
INOVATIF: Septy Handayani STP MSc, Dosen FTP Unej bersama ibu-ibu anggota koperasi Ketajek Makmur Desa Pakis antusias praktik membuat permen jeli dari kopi.

RADARJEMBER. ID – Septy Handayani STP MSc, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP Unej) bersama Aji Sukoco SpT MSi dan dua mahasiswa FTP Unej berhasil membuat permen jeli dari produk olahan kopi.

Melalui program pengabdian masyarakat mereka melakukan diversifikasi produk olahan kopi menjadi permen jeli di Desa Pakis Kecamatan Panti.

FTP Unej kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Pertanian untuk membina, melatih dan mengembangkan keterampilan warga Desa Pakis melalui sebuah kegiatan pengabdian. Program pengabdian masyarakat yang diketuai Septy Handayani STP, MSc itu dilaksanakan mulai Oktober sampai Desember 2018.

Kegiatan dipusatkan di Koperasi Ketajek Makmur. Septy Handayani STP, MSc dkk menggelar pelatihan pembuatan permen jeli dari olahan kopi di Koperasi Ketajek Makmur 24 November 2018 lalu. Dengan dihadiri ibu-ibu anggota Koperasi Ketajek Makmur.

“Kami melihat Desa Pakis, Kecamatan Panti ini sebagai penghasil kopi robusta yang cukup besar. Selama ini petani hanya menjual kopi begitu saja. Karena itu kami melatih ibu-ibu anggota koperasi Ketajek Makmur untuk melaklukan diverifikasi produk olahan kopi menjadi permen jeli,” ungkap Septy Handayani STP, MSc sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Dengan diversifikasi produk tersebut, sambungnya, maka petani kopi akan mendapatkan manfaat secera ekonomi lebih besar dari pada hanya menjual kopi gelondongan begitu saja.

“Ibu-ibu anggota koperasi Ketajek Makmur tampak antusias bisa membuat permen jeli dari produk olahan kopi,” terangnya. Apalagi, dalam membuat permen jeli dari kopi tidak susah. Beberapa bahan yang dibutuhkan antara lain kopi bubuk, karagenan atau alginat, sirup glukosa, sukrosa, asam sitrat, dan air.

Septy Handayani menambahkan, peserta pelatihan banyak bertanya soal proses pembuatan permen jeli dari kopi. “Peserta banyak bertanya. Makanya kami tidak hanya memberikan pelatihan berupa praktik membuat permen jeli dari kopi saja. Tetapi perencanaan biayanya juga kami sampaikan,” imbuhnya.

Harapannya, peserta nanti melanjutkan untuk usaha madiri membuat permen jeli dari kopi sendiri. “Agar peserta bisa melakukan perencanaan, pembutan sampai pemasaran permen jeli dari produk olahan kopi dengan baik. Agar peserta bisa memanfaatkan peluang ini menjadi usaha mandiri,” terangnya.

Sumati, salah satu peserta pelatihan mengaku senang dengan pelatihan membuat permen jeli dari produk olaha kopi. “Kami senang sekali, ternyata produk kopi bisa dijadikan pemen jeli. Banyak anak-anak di sini suka dengan permen jeli seperti ini,” ungkap Sumiati. (*)

FOTO: SEPTY HANDAYANI FOR RADARJEMBER.ID

Reporter : Narto

Fotografer : Istimewa

Editor : Winardi Nawa Putra