Lima Pejabat Lainnya Disanksi Berat karena Terlibat Pungli

Kepala BKD Dicopot

214
VONIS PERDANA: Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML ketika menjelaskan keputusannya yang mencopot kepala BKD Lumajang dan pejabat yang terlibat pungli.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Kabar pencopotan sejumlah pejabat Pemkab Lumajang akhirnya terang benderang. Itu setelah Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML merilis pencopotan pejabat yang terlibat pungli. Di antaranya adalah Kepala BKD Lumajang Drs Nurwakit Ali Yusron MSi.

Informasi ini sejatinya sudah didengar sebelum bupati bersedia menjawab pertanyaan wartawan. Sebab, di kalangan pejabat sudah banyak desas-desus yang beredar adanya pamitan kepala BKD dan sejumlah pejabat di bawahnya. Lantas kemudian bupati memberi penegasan.

Orang nomor satu di Lumajang ini mengatakan bahwa pencopotan itu adalah hasil pemeriksaan inspektorat. “Itu dari laporan hasil pemeriksaan (LHP, Red) yang disampaikan kepada saya. Dan prinsipnya ini adalah tindakan untuk melakukan evaluasi sekaligus pendisiplinan aparat supaya menjalankan tugas dan fungsi yang sesuai dengan aturan,” terangnya.

Nah, hasil pemeriksaan inspektorat itu yang mendasari keputusannya dan melakukan tindakan sanksi. “Sebagai bentuk tanggung jawab kebersamaan, saya ingin aparat pemerintah ini ada perubahan. Baik dalam hal pelayanan, ketaatan terhadap aturan, ketaatan terhadap undang-undang,  dan melakukan pekerjaan yang benar sesuai tupoksi,” tambahnya.

Berkas LHP dari inspektorat itu menemukan ada indikasi pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pungutan terhadap teman-teman ASN lain yang sedang berproses untuk peningkatan pangkat atau golongan. “Itu memang adalah tupoksi BKD supaya benar-benar menjalankan tugas administratifnya. Lah, kalau tugasnya memang itu, terus melakukan pungutan di luar ketentuan, saya kira ya harus ada penegasan terhadap evaluasi,” tegasnya.

Yang bersangkutan sudah dipanggil untuk diberi penjelasan terkait keputusan ini. “Dan pada prinsipnya beliau ingin melakukan evaluasi dan menyampaikan permohonan maafnya, dan itu menjadi bagian dari kebersamaan. Pada prinsip secara personalitas, saya harus tetap terbangun, terjalin komunikasi silaturahmi,” tambahnya.

Nurwakit, kata Cak Thoriq, ide-idenya memang bagus. Pikiran-pikirannya memang cerdas. Sering berdiskusi dengannya. “Semoga ke depan menjadi bagian dari evaluasi yang lebih baik lagi. Itu sanksi awal yang sudah kami putuskan. Berikutnya, akan ada putusan yang kami akan minta LHP lagi dari inspektorat,” sambungnya.

Cak Thoriq menegaskan akan tetap memberi kepuasan terkait tindakan yang di luar ketentuan itu. “Yang harus kami lakukan tindakan indisiplinernya. Tetap saya akan harus meminta penjelasan atau meminta hasil dari pemeriksaan inspektorat yang sekiranya memberikan rekomendasi kepada saya untuk menjatuhkan sanksi,” jawabnya. (*)

 

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Shodiq Syarief